Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Keinginan Rachmat Gobel untuk segera Provinsi Gorontalo keluar dari Kemiskinan adalah suatu hal yang wajar dan perlu kita apresiasi, karena memang faktanya seperti itu, bahkan jika ditanyakan kepada masyarakat langsung, pastinya mereka juga sudah lama menginginkan perubahan yang sangat berarti untuk Bumi Serambi Madinah.
Paris Djafar selaku Aktivis Anti Korupsi di Provinsi Gorontalo sangat menyayangkan komentar Rian Wahyudi Pesek yang mengaitkan isu kemiskinan dengan godaan kekuasaan merebut Kursi Gubernur pada Tahun 2024.
“Rian Pesek, perlu anda ketahui bahwa Rachmat Gobel itu walaupun tanpa menjadi Wakil Ketua DPR-RI atau nantinya jadi Gubernur Gorontalo, Rachmat Gobel itu sudah selesai dengan kehidupannya dan sekarang tinggal menikmati kesuksesannnya, dan itu didapatkan dari hasil warisan beberapa perusahaan dari mendiang orangtuanya dan juga hasil kerja keras selama ini sebagai Pengusaha sukses Nasional bahkan Internasional,” ujar Paris.
“Bukan seperti orang lain yang asal bibitnya tidak jelas lalu tiba-tiba menjadi Pejabat terkaya Ke-2 Di Seluruh Indonesia,” sambung Paris.
Paris menambahkan bahwa Rachmat Gobel juga sangat miris melihat kondisi rakyat Gorontalo Termiskin ke-5, sementara Pejabatnya Terkaya ke-2 seluruh Indonesia, dan juga Rachmat Gobel sebenarnya cuma menunaikan pesan dan amanat orang tuanya untuk kembali ke Gorontalo dan mengabdi kepada tanah leluhurnya, dan hal ini tentunya jika rakyat Gorontalo memintanya dan juga tak lepas dari izin dan Ridho Allah SWT.
“Kepedulian dan keikhlasan Rachmat Gobel harusnya kita sambut dengan tangan terbuka dan tentunya balasan ucapan terimakasih dari kita belum seberapa jika dibandingkan dengan pengorbanan Rachmat Gobel untuk daerah jagung ini, dan mungkin hanya dengan satu cara kita bisa membalas ketulusan Rachmat Gobel, yaitu dengan membasmi segala bentuk ketidakadilan, kesombongan dan kerakusan Pemerintahan yang sekarang merajalela,” ketus Paris.
“Terakhir untuk Rian Pesek, kalau mau kritik Rachmat Gobel, lihat dulu bibit, bebet, bobotnya, dan anda juga kalau mau kritik orang lain, harusnya intropeksi diri dulu, apa yang sudah anda perbuat dan kontribusi apa yang anda sudah persembahkan untuk Provinsi Gorontalo, jangan asal bicara, supaya tidak menjadi bahan tertawaan, anak ingusan kemarin sore mau bersaing dengan Rachmat Gobel yang Pengusaha Sukses Internasional,” tutup Paris Djafar.
(0N4L/RF)





















