Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Peringati 4 Tahun Hari Jadi Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten/Kota se Indonesia, melalui Webinar Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Wahyudin M. Akili, SE dan Ketua Bawaslu Bogor Irvan Firmansyah berkolabarasi ajak Partisipasi Masyarakat dalam Pengawasan Pemilihan Umum (Pemilu) Serentak Tahun 2024.
Webinar yang diinisiasi oleh Himpunan Pelajar Mahasiswa Indonesia Gorontalo (HPMIG) Cabang Bogor berkolaborasi dengan Bawaslu kabupaten Gorontalo, Bawaslu Kabupaten Bogor, Gerakan Kader Pengawas Partisipatif (GKPP) Gorontalo dan Komunitas Literasi Kampung mengusung tema : Kesiapan Bawaslu dalam Mengawasi Tahapan Pemilu Serentak Tahun 2024. Kamis (18/08/2022)
Sebagai Narasumber pada kegiatan Webinar Ketua Bawaslu Kabupaten Gorontalo Wahyudin M. Akili, SE sentil soal partisipatif masyarakat yang sangat dibutuhkan dalam penyelenggaraan Pemilu nanti nanti.
Wahyudin menjelaskan saat ini pihaknya Bawaslu Kabupaten Gorontalo sudah melakukan beberapa kegiatan seperti program Bawaslu bermitra dan Kampung cerdas anti money politik yang kolaborasi dengan Pemerintah Kecamatan/Desa, Kum Perempuan, Komunitas dan Ormas untuk mengedukasi betapa pentingnya mengawasi Pemilu serentak tahun 2024 mendatang.
“Ya, tentu peran serta masyarakat sangat dibutuhkan, masyarakatlah yang memiliki kedaulatan tertinggi dalam mengambil peran, apalagi mengawasi jalannya pesta demokrasi. Kedepan Pelaksanaan Pesta Demokrasi nanti agar terlahir pemimpin yang berintegritas tinggi,” ungkap Wahyudin.
Wahyudin juga mengatakan, kesiapan saat ini kami telah lakukan kegiatan dengan melibatkan mahasiswa, pemuda hingga masyarakat untuk “Mari sama-sama kita cegah praktik-praktik pelanggaran pemilu diantaranya adalah netralitas ASN hingga money politik itu,” Pungkasnya
Sementara itu, Ketua Bawaslu Kabupaten Bogor Irvan Firmansyah menjelaskan, bahwa pelanggaran ini sama persis dengan di wilayah selain Bogor, tentu ini menjadi ikhtiar Bersama demi demokrasi yang berintegritas tinggi.
“Saya minta melalui organisasi mahasiswa daerah, mampu membantu kerja-kerja Bawaslu dalam mengedukasi masyarakat Bogor dari praktik pelanggaran pemilu,”ujarnya.
Meski begitu, dituturkannya, hingga saat ini SDM kita terbatas, namun tidak menghilangkan semangat kita dalam memberikan sosialisasi kepada masyarakat pentingnya partisipasi masyarakat.
“Semoga dari diskusi ini, kita mampu bekerjasama dalam menyampaikan pendidikan politik tentang pengawasan kepada masyarakat Bogor,” tandasnya.
Rilis/Riski/RF












