Rekamfakta.com, Sulawesi Utara – Bolmong Utara, tim Gabungan SAR Gorontalo dan Bolmong Utara akhirnya, berhasil menemukan korban kedua yang hilang beberapa waktu lalu. Akibat terseret arus banjir bandang, yang belum lama ini terjadi di Kabupaten Bolmong Utara. Senin, (09/03/2020).
Korban ditemukan sekitar 9 KM dari titik, yang diduga menjadi tempat hilangnya korban, yakni di Desa Sangkub 2, Kecamatan Sangkub, Kabupaten Bolmong Utara. Diketahui korban bernama, Erna Tamarola (42), warga Kelurahan Bintauna.
Baca juga :
- Anak Mantan Pelatih Persigo Lulus Bintara Polri Dengan Predikat Siswa Cendekia
- Tim Cobra Res Gorontalo Kota Dan Polsek Dungingi Bersama Tim Ilato Brimob Berhasil Amankan 10 Anggota Genk “SLABER” Beserta 4 Pucuk Panah Wayer
- Wakil Ketua MPR-RI Kunjungi Polda Gorontalo, Kapolda : Tidak Ada Kompromi Pada Narkoba, Termasuk Anggota Polisi Akan Saya Tindak Tegas
- Rencana Nelson Pomalingo Melaporkan Salah Satu Media Online Ditanggapi Aktivis Muda
- Dugaan “Pemalsuan Suket” Pemilik Cafee Nepa Logpon Dilaporkan Ke Polda Gorontalo
- HMI Menduga Kuat LPJ Penggunaan Dana Aspirasi 2017 DPRD Kota Tual Fiktif
- Berkas Dinyatakan Lengkap, Oknum ASN Provinsi Gorontalo Yang Terlibat Narkoba Sudah Diserahkan Ke Kejaksaan
- 187 Orang Bintara Jebolan SPN Tabongo Resmi Dilantik Kapolda Gorontalo
- Aktivis Lingkungan Soroti Genangan Air Di Mootinelo Dan Molinggapoto
Korban yang didapati dalam keadaan sudah tidak bernyawa itu, ditemukan pada hari ini (Senin, 09/03/2020), pukul 15.00 wita. Setelah Tim SAR Gabungan, melakukan pencarian terhadap korban selama enam hari, pasca terjadinya banjir pada rabu (04/03/2020).
Kepala Kantor SAR Gorontalo, Djefri D.T. Mewo, saat dikonfirmasi terkait kebenaran informasi ini. Membenarkan, kabar tentang ditemukannya korban kedua, yang hilang terseret arus. Saat terjadi banjir bandang di Kabupaten Bolmong Utara tersebut,
“Alhamdulillah, korban yang kedua sudah di temukan oleh tim SAR Gabungan pukul 15.00, tidak jauh dari korban pertama” Ujar Djefri D.T Mewo
Djefri juga menambahkan, operasi pencarian korban yang dilakukan oleh Tim SAR Gabungan itu, akhirnya bisa diselesaikan dan membuahkan hasil, meskipun dalam pelaksanaan operasi tersebut, terkendala oleh munculnya Buaya penghuni sungai yang sempat mengancam keselamatan Tim saat operasi berjalan.
Kemudian, setelah mengantarkan jasad korban ke rumah duka untuk dikebumikan oleh pihak keluarga. Tim gabungan operasi, dikembalikan ke satuan masing-masing, dan operasi resmi ditutup. (red)
























