Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Malang tak dapat ditolak, Mujur tak dapat diraih, peribahasa ini menggambarkan betapa menderitanya warga Kelurahan Bugis dan sekitarnya yang tertimpa musibah banjir yang sudah berulang kali tanpa ada akhirnya.
Betapa tidak, terhitung sudah 7 kali mereka merasakan dinginnya air lumpur yang bercampur sampah dan harus berjibaku mengemas perabotan rumah tangga karena luapan air sungai yang menenggelamkan rumah dan lingkungan mereka ini tanpa ampun sedikitpun.
Yang lebih luar biasa lagi adalah pengorbanan Tim SAR Ilato Brimob Polda Gorontalo yang selalu setia tanpa lelah dan bosan untuk menolong warga yang terjebak banjir yang juga sudah berulang kali tidak mendengarkan himbauan Pemerintah untuk mengungsi dan masih tetap saja mau bertahan di rumah mereka.
Moment Hari Lebaran Idul Adha yang biasanya di rayakan setiap tahun bersama keluarga tercinta di kesampingkan oleh Tim SAR Ilato Brimob Polda Gorontalo hanya untuk menolong korban banjir yang tampak sudah putus asa dengan musibah banjir yang bertubi-tubi dan cuaca hujan yang ekstrim ini.

Komandan Satuan Brimob Kombes Pol. Rantau Isnur Eka, SIK. MM saat diwawancarai melalui Danyon B Pelopor dan juga selaku PLH Dansat Brimob, Kompol Zulkarnain mengatakan bahwa musibah ini memang sudah takdir Allah SWT, tidak usah saling menyalahkan, ada baiknya instrospeksi diri masing-masing dan tetap berusaha menjaga lingkungan sebaik mungkin serta mencintai lingkungan dengan cara tidak menebang pohon sembarangan yang mengakibatkan hutan menjadi gundul dan tidak ada lagi daerah resapan air hujan.
“Ketika kami mendapatkan laporan tentang terjadinya banjir ini, saya bersama IPTU Ruslan Djafar dan personil Tim SAR, walaupun hari lebaran, tetap turun ke lokasi banjir untuk memastikan keselamatan warga, dan tentu saja kami memback up tugas Polres dan Polsek setempat serta BPBD, BASARNAS dan TAGANA yang ada di wilayah,” ujar Kompol Zulkarnain.
Danyon B Pelopor SatBrimobda Gorontalo ini menambahkan, pada saat mengevakuasi warga dan balita yang terjebak banjir itu, kondisi sedang hujan lebat dan air banjir ukurannya sudah pada batas leher orang dewasa, yang tentu saja sangat berbahaya bagi keselamatan balita dan anak kecil yang tidak tahu berenang.
“Merayakan Lebaran Idul Adha 1441 Hijriah bersama keluarga kami, tentu saja sangat berarti untuk kami, karena moment lebaran ini hanya di rayakan setahun sekali, akan tetapi nyawa dan keselamatan warga yang lebih di atas dari segalanya bagi kami, karena semboyan Polri juga itu adalah sebagai Pengayom dan Pelindung Masyarakat, jadi, jangankan cuma 7 kali banjir, 100 kali banjirpun kami selalu siap membantu warga walaupun tanpa diminta,” pungkas Pria asal Medan ini.
“Izinkan saya atas nama Kapolda Gorontalo dan Dansat Brimob untuk mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha, Minal Aidzin Wal Faidzin, Mohon Maaf Lahir dan Bhatin, semoga dengan melaksanakan penyembelihan korban pada tahun, kita juga mampu membunuh sifat kebinatangan pada diri kita masing-masing, Aamiin Yaa Rabbal Alamin,” tutup Kompol Zulkarnain. (0N4L/RF)















