Rekam Fakta, Kota Gorontalo – Dialog sosial dengan para pekerja buruh di Kota Gorontalo yang mengangkat tema “May Day Fiesta 2023 Buruh Bersama Walikota Gorontalo” berjalan Hikmat dan lancar, jumat, (26/5/2024).
Walikota Gorontalo, Marten Taha pada kegiatan itu menjelaskan, pemerintah Kota (Pemkot) Gorontalo melalui Dinas Tenaga Kerja Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Gorontalo, memfasilitasi kegiatan dalam rangka Hari Buruh Internasional (May Day) 2023 dengan kegiatan dialog publik, dengan materi isu nasional dan isu daerah.
Dirinya juga, menyampaikan terkait isu daerah yang berisi 3 tuntutan serikat pekerja.
“Yang pertama adalah tolak Union Busting di Hotel Maqna, kedua pidanakan pengusaha yang melakukan Union Busting terhadap anggota serikat pekerja PUK Maqna Hotel, dan terakhir pekerjakan kembali karyawan yang telah di PHK dengan alasan efisiensi dan menjadi anggota serikat pekerja” jelas Marten.
Lebih lanjut, Marten juga menanggapi mengenai isu daerah yang menjadi tuntutan pekerja terkait Union Busting dan PHK.
Tentang Union Busting (Anti serikat pekerja) adalah menjadi domainnya pemerintah provinsi, karena sudah diatur oleh ketentuan peraturan perundangan, dan terkait PHK berdasarkan PERPU NO 2 Tahun 2022 tentang cipta kerja terdapat 10 jenis PHK yang di larang, dan salah satunya adalah PHK karena alasan anti serikat pekerja.
Selain itu, kata Marten terkait dengan permasalahan PHK pada City Mall, meskipun pihak dinas belum menerima pengaduan secara resmi dari para pihak akan tetapi secara terpisah para pihak telah memberikan informasi dalam beberapa kali pertemuan. (Adv)















