Pengukuhan Secara Adat Raja Namatota Oleh Suku Besar Kuri Di Kabupaten Kaimana

Kepala Suku
Prosesi pengukuhan secara adat oleh suku kuri
banner 120x600

Rekamfakta.com, Papua Barat, Kabupaten Kaimana – Raja Namatota Randi Asnawi Ombaer telah di laksanakan pengukuhan secara adat oleh Suku Kuri yang di kukuhkan oleh Sether Refideso yang di percayakan dalam pengukuhan, prosesi kegiatan di laksanakan ini, bertempat di rumah adat Suku Kuri, Jalan Utarom Bantemin Dalam Kaimana. Sabtu 22/17/2020

Dalam kegiatan Pengukuhan adat itu, turut pula hadir, Asisten I Luther Rumpombo, Ketua DPRD Kabupateb Kaimana Irsan Lie, Wakil Ketua DPRD Kasir Sanggei, Dandim 1804 Kaimana Letkol Inf. Pomalanthon B Tambunan, Komandan Batalion Letkol Inf Chairil Suhanda, DPRD OTSUS Modasir Bogra, Anggota MRPB Ismail Watora, Anggota MRPB Agustina Le Mampioper, Ketua Dewan Adat Johan Werfete Kepala Suku Kuri dan Kepala-Kepala Suku yang ada di Wilayah Kabupaten Kaimana.

WhatsApp Image 2020 08 23 At 13.52.01 (1)
Kepala suku kuri Filemon Refideso

Kepala Suku Kuri Filemon Refideso menyampaikan dalam acara Sakral Pengukuhan adat, bahwa yang dilantik hari ini bukan raja tetapi ratu, selama ini orang menyebut gelarnya dengan sebutan raja, jadi perlu di ketahui pengukuhan ini merupakan sebuah tonggak sejarah Kaimana kedepan yaitu pertemuan antara dua Ratu, yakni Ratu Kuri dan Ratu Namatota.

Dalam penjelasan Filemon Refideso, bahwa “pengukuhan secara adat oleh ratu pertama Kuri kepada ratu kedua Ratu Namatota, dan perlu di jelaskan kepada masyarakat Kaimana dan suku Nusantara bahwa yang di Lantik hari ini gelarnya Ratu bukan Raja gelar Ratu ini dalam bahasa Irarutu yang artinya benar dikasih dari Raja Pertama, Raja Gunung kepada Raja Kedua Raja Namatota keluarga Ombaer dengan gelar Ratu, gelar ini didapat lewat pertarungan antara dua orang, moyang Refideso dan Moyang Ombaer”.ungkapnya

Filemon juga menyampaikan, dalam pertarungan antara dua orang Moyang Refideso dan Moyang Ombaer, merupakan sebuah pertarungan yang hebat, yang di lakukan untuk merebut kekuasaan Raja, pada akhirnya pertarungan berakhir sesuai dengan perjanjian kedua belah pihak. Mereka bertarung membawa dua penggang api dan menyelam kedasar, siapa yang timbul naik ke permukaan dengan api masih tetap menyala, dialah yang menduduki sebagai Raja, waktu pertarungan berjalan mereka berdua timbul kepermukaan, ternyata moyang Ombaer pengang api itu, Mati yang hidup pengang api Moyang Refideso, “Moyang Refideso berkata biar kemenangan ada di tangan saya, tetapi sekarang saya berikan engkau yang menjadi Raja dan saya kembali menjadi Raja Gunung” Jelasnya

WhatsApp Image 2020 08 23 At 13.52.01
Rangkaian kegiatan pengukuhan secara adat oleh Suku Kuri

Jadi, pengukuhan hari ini adalah Raja pertama yang memberi mandat kepada Raja kedua Ombaer dan pengukuhan di lakukan bapak Sether Refideso karna dialah pemberi kekuasaan raja kepada keluarga Ombaer, Tegasnya

Dengan pengukuhan ini, diharapkan tugas ini di laksanakan dengan baik, sebab ini bukan amanat dari manusia tetapi amanat Ratu yang menerima amanat dari Tuhan, proses hubungan kerja kami ibarat sebuah perahu yang besar, Raja ada di depan Ratu ada di belakang perahu itu membawa masyarakat Kaimana secara umum demi untuk menuju rencana Tuhan, Tutupnya. (Nael/RF)