Rekam Fakta, Bone Bolango – Akademisi Politik IAIN Sultan Amai Gorontalo Eka Putra B. Santoso, M.Sos memberikan penjelasan terkait politik uang masih menjadi tren utama di Pemilu 2024. Menurutnya itu sesuai data CSIS.
“Saya khawatir di Pemilu 2024 ini politik uang itu masih akan menjadi tren utama,” ungkap Eka Putra, saat menjadi pemantik dalam kegiatan Forum Diskusi Demokrasi dengan tema “Peran Masyarakat dalam Mengantisipasi Kerawanan pada Pemilu 2024”. Kegiatan tersebut bertempat di Yumbee, Rumah Tapa di Desa Bulotalangi, Kecamatan Bulango Timur, Kabupaten Bone Bolango, Gorontalo pada Selasa (30/1/2024) malam.
Menurut Eka, kampanye politik uang masih tetap ada sesuai data yang di rilis Cantre for strategi and international studies (CSIS).
“Cantre for strategi and international studies (CSIS) merilis data pemilih muda kita yang permisi dengan penyerahan bantuan atau uang pada praktik kempanye,” jelasnya.
Tak hanya itu, Eka menyebut dalam penelitian yang dilakukan pengaruh pemilih terhadap politik uang saat ini hanya mencapai 12 %.
“Pada hal dalam beberapa penelitian yang pernah saya lakukan bahwa trend pengaruh memilih terhadap politik uang itu hanya 12 %. Hanya 12 % kecil sekali. karena pemilih itu kan dibagi atas tiga. Ada pemilih yang rasional yang mampu untuk melihat mendalam siapa calonnya,” sebutnya.
“Yang kedua ada pemilih psikologis itu yang punya kedekatan dengan partai politik (parpol), kader, partai underbow partai dan lain sebagainya. Yang ketiga, pemilih yang pragmatis oportunistik. Nah, itu transaksional. saya takut bahwa pemilih muda kita ini beralih dari pemilih yang rasional ke oportunitis tadi,” pungkasnya.















