Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara, Kecamatan Tolangohula ditetapkan menjadi salah satu Desa inovasi oleh Kemendes.
Dusun Tumba, Desa Tamaila Utara merupakan Desa Binaan Universitas Negeri Gorontalo. Salah satu program Dr. Eduard Wolok, MT dalam membangun Indonesia dari Desa.
Wilayah ini belum terjangkau oleh jaringan listrik pengembangan energi terbarukan setempat menjadi pilihan. Pembangunan transmisi listrik menjadi kunci untuk menaikkan angka rasio elektrifikasi di Indonesia.
Desa Inovasi Dusun Tumba merupakan program inovasi kolaboratif dari berbagai lembaga seperti GSF, UNG, serta UNDP. Program ini disupport langsung Kementrian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Kemenristek BRIN, dan Bakti.

Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin, ketua pusat studi energi sumber daya mineral dan Geopark yang merupakan manager program , bersama Team teknik Lanto Mohamad Kamil ST.MT (kepala lab teknik elektro) dan Kajur Teknik elektro (Yasin Mohamad ST.MT.).
Dr. Sc. Yayu Indriati Arifin menjelaskan “Program kerjasama antara pusat Studi energi dan sumber daya mineral dan Geopark LPPM UNG mendapatkan Small Grant program dari GEF-SGP UNDP untuk Program Energi Picohydro sebagai sarana untuk mengkonservasi daerah tangkapan air.”
“Dalam program ini yang menjadi penanggungjawab, Prof. Dr. Ishak Isa sebagai ketua LPPM.” Tambah Yayu Indriati Arifin yang merupakan lulusan Dr. dari Ehyme University Jepang

“Saat ini mahasiswa KKN UNG – GEF SGP energi terbarukan. juga membawa misi yang sama dengan program tersebut.” Lanjut Yayu Indriati Arifin
“Harapan besar terwujudnya kolaborasi multi stakeholder untuk keberlanjutan program energi terbarukan di Dusun Tumba, menjadi Desa mandiri energi dan mandiri pangan, dan saat ini Universitas Negeri Gorontalo terus memaksimalkan perannya untuk menjadi bagian membangun Desa, Sesuai dengan arahan rektor, Universitas Negeri Gorontalo membangun dari Desa dan dari Desa untuk Indonesia,” Tukas Yayu Indriati Arifin. (Juf/RF)












