Rekam Fakta, Gorontalo – Dukungan Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, Rachmat Gobel, dalam penataan kawasan Pentadio Resort mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo. Kontribusi tersebut dinilai tidak hanya membantu persiapan daerah dalam menyambut Pekan Nasional (PENAS) Petani dan Nelayan XVI Tahun 2026, tetapi juga menghadirkan fasilitas yang akan menjadi aset jangka panjang bagi daerah.
Apresiasi itu disampaikan Kepala Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Porapar) Kabupaten Gorontalo, Fany Hamzah Salamanya, saat ditemui awak media di kawasan Pentadio Resort, Kecamatan Telaga Biru, Kamis (18/6/2026) malam.
Menurut Fany, sejak sekitar satu bulan terakhir pihaknya melakukan berbagai pembenahan di sejumlah destinasi wisata yang diproyeksikan menjadi tujuan kunjungan peserta PENAS dari berbagai provinsi di Indonesia. Salah satu lokasi yang menjadi fokus penataan adalah Pentadio Resort.
“Kami menyiapkan berbagai lokasi wisata yang diperkirakan akan menjadi tujuan kunjungan peserta PENAS. Mulai dari kebersihan hingga penataan kawasan wisata terus kami lakukan agar para tamu merasa nyaman selama berada di Gorontalo,” ujar Fany.
Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, lanjut Fany, dukungan dari Rachmat Gobel menjadi dorongan penting bagi upaya pemerintah daerah dalam mempercantik kawasan wisata tersebut.
“Alhamdulillah ada dukungan dari Kakak Rachmat Gobel. Beliau membantu memperbaiki beberapa spot yang ada di Pentadio Resort. Kita bisa melihat ada lampu-lampu, berbagai ornamen baru, serta fasilitas yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun pengunjung untuk bersantai. Dukungan ini sangat membantu pemerintah daerah dalam mempercantik kawasan wisata,” katanya.
Selain menjadi salah satu destinasi wisata unggulan, Pentadio Resort juga dipersiapkan sebagai lokasi relaksasi bagi peserta PENAS yang telah tiba di Gorontalo. Berbagai fasilitas yang tersedia diharapkan mampu memberikan kenyamanan sekaligus pengalaman positif bagi para tamu yang datang dari berbagai daerah.
Fany menegaskan, berbagai fasilitas yang dihadirkan melalui penataan kawasan tersebut bukanlah fasilitas sementara yang hanya digunakan selama pelaksanaan PENAS. Seluruh sarana yang telah dibangun akan menjadi aset daerah yang dapat dimanfaatkan masyarakat dalam jangka panjang.
“Ini bukan hanya untuk PENAS. Berbagai fasilitas yang disiapkan akan menjadi aset pemerintah daerah dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat maupun wisatawan yang datang ke Kabupaten Gorontalo,” tegasnya.
Senada dengan itu, Bupati Kabupaten Gorontalo Sofyan Puhi menilai penyelenggaraan PENAS telah memberikan dampak positif bagi daerah, termasuk dalam mempercepat pembenahan sejumlah destinasi wisata yang selama ini menjadi kebanggaan masyarakat.
“Dampak positif dari PENAS sangat besar. Coba kalau tidak ada PENAS, mungkin kita tidak akan berkumpul di tempat ini seperti sekarang. Momentum ini mendorong kita untuk melakukan penataan dan pembenahan yang manfaatnya akan dirasakan masyarakat dalam jangka panjang,” ujar Sofyan.
Menurutnya, pengembangan Pentadio Resort tidak akan berhenti setelah PENAS berakhir. Pemerintah Kabupaten Gorontalo bahkan telah menyiapkan langkah lanjutan melalui kerja sama dengan pihak ketiga agar pengelolaan kawasan wisata tersebut semakin profesional dan berkelanjutan.
“Setelah PENAS, penataan ini akan kita lanjutkan melalui kerja sama dengan pihak ketiga dalam pengelolaan Pentadio Resort. Karena jika hanya dikelola pemerintah, tentu ada keterbatasan fiskal dan berbagai keterbatasan lainnya. Hal yang sama juga akan dilakukan untuk kawasan Menara Limboto dan taman di sekitarnya,” jelasnya.
Sofyan menambahkan, kehadiran berbagai ikon baru dan fasilitas pendukung di kawasan wisata menjadi salah satu manfaat nyata yang lahir dari penyelenggaraan PENAS di Gorontalo. Karena itu, ia berharap seluruh fasilitas yang telah dibangun dapat terus dijaga dan dimanfaatkan untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata daerah.





















