Ribut Oknum Kades di Paguyaman “Chat Mesum“ Dengan Sekdes, Ridwan : Harus Diberhentikan

Ridwan Monoarfa (Foto : Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Boalemo – Dugaan kasus chat mesum yang melibatkan oknum Kepala Desa (Kades), di Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo belakangan ini menjadi perbincangan hangat publik.

Siapa sangka, seorang Kades yang dianggap sebagai “Ayahanda” (orang tua) atau bisa dibilang “Ta’uda’a” (orang yang dimuliakan) di Desa diduga melakukan perbuatan menyimpang dari Norma-norma adat yang mengajak aparatnya atau sekretaris Desa untuk melakukan aktivitas yang menjurus ke pornografi.

Persoalan Chat mesum yang diduga kuat dilakuakan oleh oknum Kades Sosial inisial Suparman (SP) ini kemudian sudah di klarifikasi oleh dirinya. Dimana sang Kades dimaksud telah mengakui bahwa isi chat tersebut adalah benar dan saat itu dirinya khilaf.

Dalam obrolannya, Kades menyuruh Sekretaris Desa itu untuk berfoto sambil memperlihatkan anggota tubuh sensitif wanita. Melalui obrolannya, sang Kades terus memaksa agar permintaan mesumnya terpenuhi

“Iya, saya minta kirim foto, mohon maaf saya akui saya salah dan saya khilaf, tapi kalau sampai lanjut berhubungan badan, saya berani sumpah tidak pernah saya melakukan,” Ungkap Kades, dilansir dari media dulohupa.id saat dikonfirmasi pada Selasa (11/6/2024).

Hal ini pun menjadi atensi publik terlebih masyarakat setempat, menanggapi hal itu, Ridwan Monoarfa, S.Pd.I, M.Pd. yang merupakan tokoh Agama pada akhirnya angkat bicara

Ridwan menyayangkan perbuatan tercelah ini bisa terjadi di kampungnya, apalagi dilakuakan oleh seorang khalifah yang tidak lain adalah panutan bagi masyarakat banyak.

Kata Ridwan, Persoalan yang terjadi di Desanya ini harus segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kecamatan Paguyaman.

“Persoalan yang terjadi di Desa Sosial ini harus dan segera ditindak lanjuti oleh Pemerintah Kecamatan, Karena jika dibiarkan berlarut-larut, imbasnya nanti bisa berdampak dan menggangu stabilitas masyarakat dan Pemerintah Desa“ , Ungkap Mubalig Muda itu, saat ditemui di kediamannya, Sabtu (15/06/2024).

Dirinya juga dengan tegas meminta, agar Oknum Kades tersebut sekiranya harus diberhentikan sementara agar menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, sampai proses perkara yang telah diadukan oleh masyarakat selesai.

“ Sekarang ini masayarakat sosial dibuat ribut dan gaduh dengan persoalan Chat mesum ini, banyak masyarakat disini (Desa Sosial) berdatangan dirumah saya, Saya sebagai tokoh Agama yang tinggal juga di desa ini tidak bisa berdiam diri, dan ini tidak bisa didiamkan begitu saja, harus cepat ada tindak lanjut, “ Tegas Ketua Ikatan Sarjana Nahdatul Ulama’ (ISNU) Kecamatan Paguyaman.

Terakhir Ridwan menambahkan, Sebelumnya Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sosial juga sudah mengadakan rapat pleno dan mengundang aparat desa setempat guna membahas persoalan yang terjadi. Dimana pada pertemuan itu akhirnya tercipta Surat Keputusan Bersama (SKB) yang menyepakati, agar Oknum Kades ini diberhentikan dulu, dan suratnya sudah diserahkan ke pihak Pemerintah Kecamatan Paguyaman

Rachmad/RF