Seorang Pria Di Gorut, Mengakhiri Hidupnya Dengan Gantung Diri

Dss
Foto Istimewa
banner 120x600

Rekamfakta.com, Gorontalo Utara – Entah apa yang merasuki fikiran seorang pria paruh baya, warga Desa Omuto, Kecamatan Biawu, Kabupaten Gorontalo Utara, yang hingga berbuat nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri. Rabu, (01/07/2020).

Menurut informasi yang berhasil didapatkan oleh media ini, perbuatan nekat pria paruh baya yang diketahui berinisial IL (40) ini, terjadi pada Selasa, 30/06/2020 sekitar pukul 09.00 wita.

Saat itu, korban sedang bersama istrinya AD (37) sedang berada di rumah. Kemudian korban menyuruh istrinya, mengambil kue di rumah keluarganya yang sedang berhajatan, yang jaraknya kurang lebih 200 meter dari rumah mereka.

Sesampainya di tempat hajatan tersebut, istri korban masih menyempatkan waktu untuk membantu pemilik hajatan mencuci piring. Sekitar 30 menit kemudian istri korban kembali ke rumah, dan menemukan pintu depan dan belakang sudah terkunci.

Istri korban kemudian berusaha membuka pintu belakang, dan masuk ke dalam rumah untuk mencari korban. Namun nahas, istrinya menemukan korban di kamar depan dengan kondisi mengenaskan, tergantung didalam kamar dengan menggunakan seutas tali yang diikat pada kayu balok di kamar itu.

Melihat kondisi suaminya itu, istri korban langsung berlari ke rumah tetangga, untuk meminta tolong kepada tetangganya yang berinisial BB (43), untuk membantu suaminya yang saat itu sedang meregang nyawa.

Ketika BB (43) datang dan berusaha membuka tali ikatannya, upaya itu gagal karena ikatan tali itu sangat kuat. Sehingga istri korban langsung mengambil parang di dapur, dan berikannya kepad BB (43), untuk memotong tali tersebut. Setelah tali itu putus, korban langsung jatuh diatas lantai yang beralaskan kasur.

Setelah korban berhasil diturunkan, BB (43) berusaha menolong korban denga  memberi nafas buatan. Namun, kembali upaya BB (43) itu gagal lagi, korban diketahui telah lebih dulu meninggal dunia dan tidak dapat tertolong lagi.

Kapolres Gorontalo Utara AKBP. Dicky Irawan Kesuma, S.IK membenarkan, tentang adanya laporan kejadian tersebut, dan pihaknya telah menindaklanjuti laporan tersebut, guna proses penyelidikan,

“Benar, kami mendapatkan laporan tentang adanya seorang pria yang diduga nekat bunuh diri dengan cara melakukan gantung diri. Terkait hal ini, saya sudah mengerahkan Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara bersama anggotanya, untuk menyelidiki kasus itu,” jelas Dicky

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Gorontalo Utara AKP. Syang Kalibato, mengungkapkan, menurut istri korban, awalnya korban sedang menderita penyakit saraf dan keluhan sakit kepala hingga korban ingin sekali hidupnya berakhir,

“Keterangan istri korban dan keluarga bahwa, awalnya korban sudah menderita penyakit saraf, dan pengeluhan sakit kepala, dada, serta kesemutan bagian kaki. korban sudah berulang kali pesan kepada istri dan anaknya bahwa, “korban suka mati,” beber Syang.

Syang menambahkan, permintaan korban juga kepada istrinya, jika dia telah meninggal maka jenazahnya diminta untuk dishalatkan di Masjid,

“Dan kalau mati katanya, tolong disembahyangkan di mesjid. Korban juga diduga frustasi dengan istrinya, yang mempertahankan anaknya, untuk pergi sekolah di Jogja, sedangkan hidup mereka masih pas-pasan,” tutup Syang.

Hingga berita ini diterbitkan, belum diketahui pasti apa motif dibalik IL (40) hingga nekat mengakhiri hidupnya. Saat ini pihak kepolisian Polres Gorontalo Utara masih sedang melakukan penyelidikan terkait hal itu, meski pihak keluarga telah sepakat dan mengajukan penolakkan untuk dilakukan otopsi terhadap jenazah korban.

Dengan demikian, pihak kepolisian hanya meminta tim medis Puskesmas Biawu untuk melakukan visum luar, guna untuk lebih memastikan penyebab korban meninggal dunia. Kemudian, jenazah diserahkan kembali ke pihak keluarga untuk dimakamkan. (Myp/RF)