Berita  

‎Stabilkan Harga Jelang Ramadan, Rachmat Gobel Hadirkan Pasar Murah dan Dorong Ekonomi Kolektif di Boalemo

Doc. Rekam Fakta
banner 120x600

Rekam Fakta, Boalemo – Menjelang bulan suci Ramadan, Anggota DPR RI Daerah Pemilihan Gorontalo dari Partai NasDem, Rachmat Gobel, menggelar pasar murah di dua kecamatan di Kabupaten Boalemo, yakni Kecamatan Paguyaman dan Kecamatan Tilamuta, Minggu (15/2/2026). Kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk membantu masyarakat menghadapi potensi kenaikan harga kebutuhan pokok.

‎Sejak pagi hari, warga tampak memadati lokasi kegiatan. Pasar murah tersebut menyediakan berbagai bahan pokok dengan harga terjangkau, sebagai bentuk intervensi langsung untuk menjaga daya beli masyarakat.

‎Dalam sambutannya, Rachmat Gobel menegaskan bahwa program pasar murah telah menjadi agenda rutin setiap tahun, khususnya menjelang Ramadan dan Idulfitri.

‎“Program ini sudah berkali-kali saya lakukan sejak menjadi anggota DPR RI. Biasanya menjelang puasa dan Idulfitri, karena pada momen seperti ini harga bahan pangan cenderung naik,” ujarnya.

‎Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Boalemo, termasuk Bupati, Wakil Bupati, dan unsur DPRD yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan tersebut. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan wakil rakyat di pusat menjadi kunci agar program pro-rakyat dapat berjalan optimal.

‎Rachmat Gobel juga mengapresiasi dukungan Perum Bulog dalam penyediaan bahan pangan, termasuk beras premium berkualitas baik. Ia menegaskan bahwa masyarakat berhak mendapatkan bahan pangan terbaik.

‎“Saya sampaikan, kalau diberikan kepada masyarakat, jangan beras biasa. Beras yang saya makan adalah beras premium, maka masyarakat juga harus makan beras premium. Itu bentuk penghormatan kita kepada rakyat,” tegasnya.

‎Selain menghadirkan solusi jangka pendek melalui pasar murah, Rachmat Gobel juga memaparkan gagasan ekonomi kolektif sebagai solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya melalui penguatan sektor peternakan sapi berbasis koperasi.

‎Menurutnya, bantuan dua ekor sapi per keluarga belum cukup efektif tanpa sistem yang berkelanjutan. Karena itu, ia mendorong pembentukan koperasi sebagai motor penggerak peternakan sapi skala besar yang dikelola secara profesional dan terintegrasi.

‎“Harus ada visi besar melalui koperasi. Kita bangun peternakan sapi berbasis koperasi, berkembang dari puluhan hingga ribuan ekor. Bukan hanya menjual sapi hidup, tetapi juga daging potong yang punya nilai tambah dan peluang ekspor,” jelasnya.

‎Ia meyakini, jika koperasi dikelola dengan baik, maka dampaknya tidak hanya pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga dapat membantu memenuhi kebutuhan pendidikan dan kesehatan melalui sistem ekonomi kolektif yang kuat dan berkelanjutan.

‎Di sisi lain, Rachmat Gobel juga menyatakan dukungannya terhadap program penanaman satu juta pohon bambu yang dicanangkan Pemerintah Kabupaten Boalemo sebagai upaya mitigasi bencana dan pengendalian dampak pemanasan global.

‎Menutup kegiatan tersebut, ia berharap seluruh program yang dirancang dapat berjalan dengan dukungan penuh masyarakat.

‎“Pasar murah ini solusi jangka pendek. Ke depan, koperasi dan peternakan terintegrasi adalah solusi jangka panjang. Dengan dukungan masyarakat, kita bisa membangun Boalemo dan Gorontalo menjadi lebih sejahtera,” pungkasnya.