Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Bahas BPNT dgn Direktur Fakir Miskin Kemensos RI. Direktur PFM Kemensos RI menekankan bahwa program BPNT tidak bisa dipisahkan dengan hadirnya Supplier. Beliau menyampaikan bahwa Supplier itu penting hadir untuk kesinambungan pasokan bahan dan stabilitas harga serta memastikan kwalitas bahan pangan.
Bahan sembako yang masuk ke e-warong harus ada pihak yang bertanggung jawab, sehingga supplier perlu hadir karena ini program Pemerintah. Beliau menyampaikan dengan jumlah 46 ribu KPM penerima sembako maka layak ditetapkan Supplier di Kabupaten Gorontalo. Direktur memberi petunjuk perlu dilakukan mapingan secara adil kepada Supplier untuk melayani e-warong yang ada. Beliau juga berharap melalui Kadis sosial selaku sekretaris Tikor melaporkan hal-hal yang dapat menghambat mekanisme penyaluran, baik pemasokan bahan oleh Supplier, pelayanan e-warong kepada KPM.
Kelancaran program Sembako menjadi tugas pendamping Sembako yang di koordinir oleh Korda dilapangan. Direktur menyampaikan bahwa akan menseriusi dan akan mengundang Bank Himbara Pusat untuk segera mengambil Langkah-langkah nyata terkait dengan laporan yang telah dipaparkan oleh Ketua DPRD Kab. Gorontalo.
“Saya selaku Kadis Sosial meminta kepada semua pihak, baik Supplier, e-warong dan pihak BRI untuk melakukan pelayanan dengan baik kepada KPM. Laporkan kepada Tikor atau kepada kami selaku sekretaris Tikor Kabupaten Gorontalo bila ada Supplier atau e-warong maupun pendamping yang bermain. Pak Bupati Prof Nelson secara tegas melalui Tim Koordinasi Bansos mengingatkan untuk tidak kompromi dengan hal-hal yang dapat merugikan KPM,” tutup Husain Ui. (0N4L/RF)












