Rekamfakta, Kota Gorontalo – Sempat beberapa menit terjadi pemblokiran jalan di Kelurahan Talumolo, Kecamatan Dumbo Raya, akhirnya jalan Trans Nasional yang menghubungkan Gorontalo-Bolsel di buka kembali oleh unsur 3 pilar yaitu aparat Bhabinkamtibmas, Bripka Rifandi Masyur dan Babinsa, Serda Ardiyanto serta Lurah Talumolo, Siti Adam, S.Sos dan bahkan Camat Dumbo Raya, Sumaryadi Tone, S.STP, M.Si turun langsung juga ke lapangan.
Menurut informasi yang beredar di masyarakat, bahwa buntut pemblokiran jalan karena adanya bentuk kekecewaan dari warga Talumolo yang tidak di perbolehkan untuk sholat Tarawih di mesjid, sedangkan di mesjid lainnya tidak dilarang, sedangkan informasi yang beredar di Media Sosial lain lagi, tersiar kabar bahwa ada aparat yang membubarkan Sholat Tarawih di mesjid Darul Muhaidin.
Bhabinkamtibmas Polsek Kota Timur, Bripka Rifandi Masyhur dan Babinsa, Serda Ardiyanto saat di konfirmasi oleh awak media ini di lokasi kejadian mengatakan bahwa permintaan dari warga Talumolo ini adalah pemerataan untuk pelaksanaan sholat, kalau memang ada pelarangan, seharusnya berlaku untuk semua dan tidak ada yang di istimewakan.
BERITA POPULER
“Pemahaman dari warga yang memblokir jalan ini bahwa pelarangan cuma ke salah satu mesjid saja, tidak merata, makanya kami dari Bhabinkamtibmas dan Babinsa serta Lurah Talumolo yaitu unsur 3 pilar akan mengadakan rapat pada hari senin untuk mengundang semua Badan Ta’mirul Mesjid,” tegas Bripka Rifandi.
“Kemungkinan besar bukan hanya Kelurahan Talumolo saja, tapi bisa jadi se Kecamatan Dumbo Raya, sesuai penyampaian dari Pak Kapolres Kota, bahwa hari Senin akan di pertemukan semua Badan Ta’mirul Mesjid dan pihak Kecamatan serta Kepala KUA untuk dicarikan solusi bersama pihak Kecamatan dan KUA, karena dalam hal ini Kepala KUA sebagai perpanjangan tangan dari Kemenag,” ujarnya lagi.
“Harapan kami sebagai Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelurahan Talumolo, Insya Allah dapat jalan keluar yang terbaik, karena kami juga hanya menjalankan perintah dari Pimpinan, jadi tidak benar bahwa ada aparat yang membubarkan sholat, kalau dari informasi yang saya terima, yang membubarkan itu dari Tokoh Masyarakat yang memang ada pengaruhnya, kami aparat Kepolisian maupun TNI hanya sebatas menghimbau,” tutup Bripka Rifandi.
(0N4L/RF)




























