Rekam Fakta, Gorontalo – Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea, menegaskan bahwa kepemimpinannya diperuntukkan bagi seluruh masyarakat tanpa memandang latar belakang agama maupun etnis.
Ia menyatakan bahwa dirinya adalah pemimpin bagi semua warga Kota Gorontalo, termasuk umat Kristiani, umat Buddha, serta masyarakat etnis Tionghoa. Prinsip tersebut, menurutnya, menjadi landasan dalam setiap kebijakan dan program pemerintah agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat secara adil dan merata.
Dalam kesempatan itu, Adhan juga mengungkapkan rencananya untuk kembali menggelar takbiran keliling pada malam Idulfitri mendatang. Tradisi yang sempat vakum tersebut akan dihidupkan kembali sebagai upaya memperkuat persatuan dan kebersamaan antarumat beragama.
Ia berharap kegiatan ini dapat melibatkan berbagai elemen masyarakat, sehingga tumbuh rasa tanggung jawab kolektif dalam menjaga dan membangun Kota Gorontalo.
Menurut Adhan, Kota Gorontalo selama ini dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi. Kebijakan terkait pelaksanaan perayaan keagamaan pun mendapat dukungan dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), sebagai bentuk sinergi antara pemerintah dan aparat keamanan dalam menjaga harmoni sosial di tengah kemajemukan.
Antusiasme masyarakat terhadap kegiatan tersebut diperkirakan cukup besar, dengan jumlah peserta mencapai sekitar 10.000 orang. Peserta tidak hanya berasal dari Kota Gorontalo, tetapi juga dari wilayah sekitar seperti Kabupaten Gorontalo, Bone Bolango, hingga Boalemo.
Selain mempererat silaturahmi, kegiatan berskala besar ini juga dinilai memberikan dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha kecil. Tingginya pergerakan masyarakat membuka peluang peningkatan penjualan bagi pedagang di sekitar lokasi kegiatan.
Pemerintah Kota Gorontalo berharap, melalui kegiatan ini, semangat kebersamaan dan toleransi dapat terus terjaga seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat.




























