Weni Liputo Mendukung Penuh Poligon Beralih Status Menjadi Kampus Negeri

Dsfd
Foto Istimewa
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Bone Bolango – Politeknik Gorontalo (Poligon) sebentar lagi akan beralih status dari swasta, menjadi salah satu kampus negeri di Gorontalo. Senin, (29/06/2020).

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Ketua Yayasan Politeknik Gorontalo Weni Liputo, saat usai mengikuti rapat pembahasan hal ini bersama Ketua Pembina Yayasan Politeknik Gorontalo H. Idris Rahim, di ruang kerja Wakil Gubernur Gorontalo, pada senin 29/06/2020.

Menurut Weni Liputo, proses peralihan Politeknik Gorontalo dari swasta menjadi negeri ini, memang sudah dirintis sejak kampus Politeknik Gorontalo didirikan pada tahun 2008,

“Pengalihan status Politeknik Gorontalo ini, memang sudah diupayakan dari sejak didirikannya Politeknik Gorontalo pada tahun 2008. Dari 15 Politeknik yang merupakan batch making dari Kementrian Dikbud, salah satunya Politeknik Gorontalo. Namun ternyata, pada proses perjalanannya masih ada 6 Politeknik lagi yang masih belum beralih status, termasuk Politeknik Gorontalo,” tutur Weni.

Lebih lanjut Weni menjelaskan, dalam proses peralihan status Politeknik Gorontalo ini, pihaknya masih terkendala oleh beberapa hal, diantaranya mengenai sertifikat kepemilikan tanah yang hingga pada tahun 2012 belum diterbitkan,

“Kendalanya waktu itu tahun 2012, sertifikat tanah Politeknik Gorontalo yang sudah dihibahkan oleh Provinsi, itu belum keluar, dan itu merupakan salah satu persyaratan mutlak untuk pengalihan status dari Politeknik Daerah menjadi Politeknik Negeri. Kemudian setelah kita terus upayakan, alhamdulillah terbitlah surat kepemilikan tanah itu pada tahun 2019,” jelas Weni.

Kemudian Weni menjelaskan lagi, setelah terbitnya surat kepemilikan tanah tersebut, pihaknya mengusulkan kembali peralihan status Politeknik Gorontalo, pada saat setelah pergantian kementrian dan semua peraturan tentang pengelolaan perguruan tinggi, sampai pada keluarnya moratorium semua peralihan perguruan-perguruan tinggi,

“Saat ini kita masih menunggu, proses yang sedang berlangsung di tingkat kementrian. Kalau untuk persyaratan administrasi, kita sudah sampaikan semuanya, baik dari segi tenaga dosen, infrastruktur, dan fasilitas-fasilitas penunjang lainnya,” jelas Weni lagi.

Weni menambahkan, pada dasarnya semua pihak yang ada di Politeknik Gorontalo, baik Ketua Pembina Yayasan bapak H. Idris Rahim, maupun beliau sebagai Ketua Yayasan, sangat mendukung penuh beralihnya status Politeknik Gorontalo menjadi Kampus Negeri,

“Tadi kita sudah melakukan rapat dengan Ketua Pembina Yayasan, Pak H. Idris Rahim, dan hasilnya terkait hal ini kita akan membuat tim kecil untuk mengurus persoalan ini. Intinya, Pak Idris Rahim dan saya sendiri selaku Ketua Yayasan Politeknik Gorontalo, sangat mendukung penuh beralihnya status Politeknik Gorontalo ini,” tutupnya.

Sementara itu, ditempat yang sama Direktur Politeknik Gorontalo Trifandi Lasalewo mengatakan, dirinya terkait persoalan ini hanya merupakan eksekutor. Apapun yang menjadi keputusan Pembina maupun Ketua Yayasan Politeknik Gorontalo, dirinya siap menjalankan hal itu,

“Saya sebagai Direktur, posisinya sebagai eksekutor. Jadi, apa yang diamanatkan oleh Bapak Pembina dalam hal ini Pak Wakil Gubernur dan Ketua Yayasan Pak Weni Liputo, itu saya laksanakan. Besok kita akan rapatkan, terkait dua opsi yang akan kita gunakan untuk peralihan status ini. Kedua opsi ini, masih akan kita bahas besok pagi di internal Poligon. Semua yang terbaik untuk kampus Poligon” kata Trifandi.

Trifandi juga menambahkan, pada intinya keluarga besar Politeknik Gorontalo menyatakan siap untuk beralih status, dan dirinya terkait soal ini sudah mendengarkan harapan dan masukan dari semua sivitas kampus, baik Mahasiswa, Dosen dan para Pegawai, untuk segera beralih status,

“Saya mendengar semua masukan dari keluarga besar Poligon, dari Mahasiswa, Dosen, serta Pegawai untuk segera beralih status, dan buat saya ini tidak masalah. Nanti ada tahap-tahapan yang harus diikuti. Saya diposisi ini hanya pada tataran eksekutor, saya akan menunggu keputusan dari Pembina dan Ketua Yayasan,” pungkasnya. (Ads/Myp/RF)

Penulis Mohamad Yusrianto Panu