Berita  

‎YR Team Dorong Gerakan Lingkungan Lewat Normalisasi Sungai

Sungai Bubalango, Desa Hutamoputih (Doc. YR Team)
banner 120x600

Rekam Fakta, Pohuwato – YR Team Dengilo terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga kelestarian lingkungan dengan melaksanakan kegiatan normalisasi di tiga titik sungai di Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato, pada Rabu, 28 Januari 2026.

‎Adapun tiga lokasi sungai yang menjadi sasaran normalisasi, yakni Sungai Bubalango di Desa Hutamoputih, Sungai Tihu’o di Desa Karya Baru, serta Sungai Nanati di Desa Popaya. Seluruh lokasi tersebut berada di wilayah Kecamatan Dengilo, Kabupaten Pohuwato.

‎Kegiatan ini dilakukan sebagai langkah nyata dalam mengantisipasi banjir, pendangkalan sungai, serta kerusakan ekosistem akibat sedimentasi dan penumpukan sampah, khususnya saat musim penghujan.

‎Ketua YR Team Dengilo, Iskandar Dalangko, dalam wawancara eksklusif bersama media Rekam Fakta di salah satu warung kopi di Kecamatan Paguat, menegaskan bahwa normalisasi sungai merupakan bagian dari upaya membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.

Normalisasi Sungai tihu’o Desa karya baru (Doc. YR Team)


‎“Gerakan lingkungan tidak bisa hanya sebatas wacana. Harus dimulai dari aksi nyata di lapangan. Sungai adalah urat nadi kehidupan masyarakat. Kalau alirannya terganggu, maka semua sektor ikut terdampak,” ujar Iskandar.

‎Ia menjelaskan bahwa kondisi sejumlah sungai di wilayah Dengilo saat ini mengalami pendangkalan akibat sedimentasi, penyempitan alur, serta rendahnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan.

‎“Normalisasi ini bukan hanya membersihkan sungai, tetapi juga membangun kesadaran. Kami ingin masyarakat memahami bahwa merawat alam berarti merawat masa depan kita sendiri,” tegasnya.

‎Lebih lanjut, Iskandar mengajak seluruh elemen masyarakat, mulai dari pemerintah desa, tokoh adat, pemuda, hingga warga, untuk terlibat aktif dalam gerakan pelestarian lingkungan.

‎“Kami membuka ruang kolaborasi seluas-luasnya. Jika semua pihak bergerak bersama, maka persoalan lingkungan di Dengilo bisa kita atasi secara berkelanjutan,” katanya.

‎Ia juga menekankan bahwa kegiatan normalisasi sungai ini diharapkan mampu memberikan ruang hidup yang lebih baik bagi masyarakat, khususnya para petani yang berada di wilayah hilir, sekaligus mendukung aktivitas ekonomi masyarakat setempat, termasuk para penambang lokal, agar dapat berjalan lebih tertib, selaras, dan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan.

‎“Harapannya, upaya ini bisa menciptakan keseimbangan antara kebutuhan ekonomi masyarakat dengan kelestarian alam. Dengan sungai yang terjaga, petani di hilir terbantu, dan aktivitas masyarakat lainnya juga bisa berjalan secara lebih baik dan berkelanjutan,” ungkapnya.

Normalisasi Sungai Nanati Desa Popaya (Doc. YR Team)

‎Ia juga mengingatkan pentingnya menjaga bantaran sungai dari aktivitas perusakan serta tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan sampah.

‎“Setelah normalisasi, tugas kita adalah menjaga. Jangan lagi membuang sampah sembarangan, jangan merusak bantaran, dan mari kita tanam pohon di sekitar aliran sungai. Ini investasi untuk anak cucu kita,” tuturnya.

‎Menurut Iskandar, kegiatan ini juga menjadi bagian dari pendidikan lingkungan bagi generasi muda agar tumbuh dengan kesadaran ekologis sejak dini.

‎“Kami ingin anak-anak Dengilo tumbuh dengan pemahaman bahwa alam harus dijaga, bukan dieksploitasi. Inilah warisan terbaik yang bisa kita tinggalkan,” pungkasnya.

‎Melalui kegiatan ini, YR Team Dengilo berharap dapat menjadi motor penggerak gerakan lingkungan di Kabupaten Pohuwato, sekaligus memberi manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.

‎***