Tidak Ada Intervensi, Ketua Pokja 3 (BP2JK) Frangki Tangkudung Minta Peserta Tender Untuk Bersaing Secara Sehat

Wewrwe
Ketua Pokja 3 - Frangki Tangkudung, ST
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Manfaat Lelang Elektronik (e-lelang) dalam pengadaan barang/jasa oleh Pemerintah memberikan harapan besar bagi terciptanya pengadaan barang/jasa yang transparan dan akuntabel. Selain meningkatkan efisiensi untuk penghematan biaya penggandaan dokumen, biaya transportasi peserta lelang, dan biaya-biaya lain, e-lelang juga lebih meningkatkan transparansi dan akuntabilitas dalam pelaksanaan lelang.

Karena keberhasilan Pemerintah dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat adalah salah satunya bisa diukur dari keberhasilan unit organisasi pengadaan barang dan jasa dalam menentukan penyedia barang dan jasa yang handal dan berkualitas.

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) juga terus berupaya meningkatkan kualitas dan profesionalisme Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ) dan salah satunya dengan membentuk Balai Pelaksana Pemilihan Jasa Konstruksi (BP2JK) pada tahun 2019 kemarin di 34 Provinsi di Indonesia menggantikan Unit Layanan Pengadaan (ULP) dibawah Ditjen Bina Konstruksi

Ketua Kelompok Kerja (Pokja) 3 dari BP2JK Wilayah Gorontalo, Frangki Tangkudung, ST saat diwawancarai awak media ini mengatakan bahwa total paket yang ada di BP2JK dibagi kepada 3 Pokja, yaitu Pokja 1, Pokja 2 dan Pokja 3, dan dibagi sama rata, baik paket yang besar atau paket yang kecil, dokumen yang dikerjakan sama semua.

“Untuk persyaratan dan prosedurnya sama semua, semua paket itu pasti sama, tidak ada yang beda-beda, kita mengacu pada Perpres dan Permen PUPR, tidak ada peserta lelang yang di anak emaskan dan tidak ada yang di anak tirikan, tidak ada intervensi, dokumenlah yang menentukan, mau intervensi sebesar apapun kalau dokumen tidak memenuhi syarat, mau bikin apa,” ujar Frangki.

Menurut Frangki, di Pokja 3 itu ada 28 paket dengan anggaran yang bervariasi, yang paling kecil 500 juta dan yang paling besar 50 Milyar lebih, yang sudah selesai lelang 23 paket dan tinggal 5 paket yang sementara diproses.

“Untuk klarifikasi walaupun di masa Pandemi, kita usahakan kalau boleh Offline, tapi kalau mereka minta Online, maka kita akan penuhi secara Online, sepanjang akun kami disini tidak terpakai, karena akun kami disini cuma satu, belum lagi kalau ada gangguan jaringan, jadi kita usahakan untuk Offline namun tetap disiplin mematuhi Protocol Kesehatan dengan memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” sambungnya lagi.

“Harapan saya, agar semua peserta tender itu bisa bersaing secara sehatlah, perbaiki semua tata cara penyusunan dokumen penawaran, jangan sampai ada yang salah-salah, semua sudah dimudahkan, kalau tidak mengerti silahkan tanya kepada kami, sepanjang itu belum pembukaan berkas, kami pasti akan memberikan edukasi,” tutup Frangki Tangkudung, ST. (0N4L/RF)