Program UPPO di Sari Tani Tidak Berjalan, Dugaan Warga Dikuasai Ketua Poktan

Picsart 22 10 26 10 10 05 1961666750365553
Foto : Istimewa
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Pemanfaatan Bantuan Pengembangan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) tujuannya sebagai sarana untuk memfasilitasi petani atau Kelompok Tani Ternak di tingkat desa untuk dapat melaksanakan penggunaan pupuk organik di lahan sawah dalam upaya perbaikan kesuburan tanah sawah. Hal ini untuk meningkatkan taraf hidup petani atau Kelompok Tani Ternak beserta anggotanya serta menanggulangi permasalahan pertanian.

Bantuan UPPO ini, menjadi suatu harapan besar bagi Kelompok Tani Ternak bahwa ini merupakan kegiatan yang sangat membantu anggota kelompok dalam mengembangkan programnya sesuai dengan wawasan Kelompok Tani Ternak untuk mencapai hasil yang maksimal.

Namun sayangnya di Beberapa Desa di Boalemo termasuk di Desa Saritani Kecamatan Wonosari Kabupaten Boalemo, Bantuan UPPO tahun 2019, tidak berjalan sesuai harapan. Bahkan, diduga telah dikuasai oleh Ketua Kelompok itu sendiri.

Menurut informasi, bantuan tersebut adalah bantuan dari Kementerian Pertanian melalui aspirasi Anggota DPR RI Dapil Gorontalo, yang diserah terimakan melalui Dinas Pertanian Kabupaten Boalemo kepada Kelompok Tani Ternak “Sumber Mulya”, Adapun anggarannya sebesar 200 juta rupiah yang didalamnya terdapat bangunan Rumah Kompos dan Bak Fermentasi, Kandang Komunal, Ternak Sapi sebanyak 10 ekor, UPPO (Unit Pengolahan Pupuk Organik), dan Kendaraan Roda 3 atau yang biasa disebut Viar.

Dari hasil penelusuran Tim Rekamfakta.com (25/9), Bahwa keberadaan dari Sapi bantuan itu sudah tidak diketahui lagi keberadaannya. Bahkan ada beberapa ekor Sapi yang diduga sudah diperjualbelikan dan dikuasai oleh Ketua Kelompok Tani Ternak Sumber Mulya.

Menurut penuturan warga setempat, aktivitas sapi di dalam kandang tidak berjalan lama, anggota Poktan mengambil pakan ternak berupa rumput tidak pernah diangkut menggunakan Viar roda 3, parahanya, Rumah Kompos pun sudah lama dijadikan tempat hunian oleh Ketua Poktan tersebut

Berita Terkait :

“ Yah memang sudah seperti sekarang yang terjadi pak, setahu saya ada 10 ekor sapi, 7 ekor masih berada di anggota kelompok dan 3 ekor sama ketua kelompok, tidak tahu sudah dikemanakan, Istri dari ketua pun dapat bantuan sapi itu karna termasuk dalam kelompok, Rumah kompos saja, sudah direhab menjadi rumah pribadi. Viar roda 3, sudah dari awal ketua kelompok yang kuasai“ Kesal Warga

Kata dia, dari awal bantuan itu diberikan, tidak ada aktivitas pengolahan pupuk organik. Olehnya dirinya berinisiatif untuk memelihara Sapi tersebut dengan tidak dikandangkan, Hal itu untuk memudahkannya memberi makan Sapi tersebut.

Bahkan berdasarkan penuturannya, keberadaan Sapi lainnya sudah tidak diketahui lagi keberadaannya

Hal yang sama juga dikatakan oleh Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Sari Tani, bahwa Sapi tersebut sudah tidak ada lagi di Kandang. Iapun telah mendapat informasi dan keluhan dari warga, Padahal, berdasarkan aturan Sapi tersebut harusnya dikandang karena untuk pengolahan pupuk organik. Tidak hanya itu kata ketua BPD, terkait dengan permasalahan salah satu Poktan yang ada di Desa Sari Tani ini sudah diketahui oleh Dinas Pertainan Kabupaten Boalemo

Ketua Poktan Sumber Mulya Desa Sari Tani, Efendi Kiki, ketika dikonfirmasi tim media ini membenarkan bahwa saat ini sudah tidak ada aktivitas sapi lagi di kandang, karena para anggotanya sudah tak sanggup merawat untuk dikandangkan, mereka lebih memilih untuk dirawat dilahan masing-masing. Fendi juga mengatakan bahwa keberadaan 10 ekor sapi itu masih ada, belum lama juga kata dia, Pihak Dinas Pertanian sudah turun dan mengetahui hal ini.

“Mereka (Anggota Kelompok) sudah membuat pernyataan (pemeliharaan Sapi diminta untuk dipelihara masing-masing anggota) akibat kesibukan di kebun, dan saya sudah dikonfirmasi oleh ibu Roslina (Kepala Dinas Pertanian Boalemo),“ Ujarnya.

Ditanya soal aktivitas pengolahan pupuk, Dirinya menyampaikan bahwa sejak awal bantuan diberikan tidak ada aktivitas pengolahan pupuk organik.

“ Kalau keberadaan Sapi di kelompok saya ini, bertahan kurang lebih satu tahun di kandang,“ Tuturnya.

Efendi bahkan membandingkan kelompok tani ternaknya dengan poktan di desa lain yang berada di Wonosari. kelompoknya bahkan masih bertahan lama dibanding dengan Poktan lainnya yang mendapat bantuan program UPPO pada 2019. Soal bangunan pengolahan pupuk atau rumah kompos yang dihuninya kata Efendi, dirinya sudah berkonsultasi dengan salah satu Kabid di Dinas Pertanian Provinsi.

“ Saya sempat bertanya dengan pak Kabid soal bangunan pengolahan pupuk untuk dibuat dinding baru karena saya tidak ada tempat. Dan kata pak Kabid boleh, asalkan ada tempat penyimpanan dan penggilingan. Tapi untuk saat ini saya belum tinggal ditempat ini pak“ Jelasnya.

RF/Neff