Rekam Fakta, Pendidikan – Dosen Universitas Ichsan Gorontalo Melakukan Pengabdian program kosabangsa (Kolaborasi sosial membangun Masyarakat), dimana Ketua Pengusul yaitu, Yudin Yunus Dengan Anggota Pengusul Arman dan Almer Hassan Ali. Judul Program Kosabangsa adalah “Inovasi Pemasaran Digital Gula Aren Melalui Kebijakan Hukum Dalam Pengabdian Membangun Desa”
Lokasi pengabdian bertemapt di Desa Posono, Kecamatan Atinggola, kabupaten Gorontalo utara. Dengan mitra Kelompok Pengrajin Gula Aren Atinggola Berkah dan Kelompok Maju Bersama. Kegiatan ini ditandai dengan Penandatanganan berita acara penyerahan alat dan disaksikan pendamping dari UNSRAT Manado.

Desa Posono Kecamatan Atinggola Kabupaten Gorontalo Utara, menyimpan potensi yang sangat menjanjikan dalam pengembangan usaha pengolahan gula aren. Pengrajin gula aren di daerah ini memiliki peran vital dalam perekonomian lokal, namun mereka menghadapi serangkaian tantangan yang memerlukan perhatian serius.
Meskipun ada keunggulan seperti ketersediaan bahan baku, pengetahuan dan keterampilan yang memadai, serta permintaan pasar yang menguntungkan, mereka berjuang dengan kendala produksi yang signifikan, termasuk keterbatasan teknologi, peralatan, dan kualitas produk yang bervariasi. Selain itu, akses pasar yang terbatas dan persaingan yang ketat menambah kompleksitas masalah.
Untuk memanfaatkan potensi ini secara maksimal, dukungan optimal dari pemerintah daerah sangat diperlukan, terutama dalam hal pengelolaan hasil produksi gula aren lebih modern dan kemasan nilai jual tinggi dan implementasi kebijakan yang lebih mendukung usaha kecil dan menengah. Selanjutnya melakukan kunjugan kedua di lokasi mitra pengrajin gula aren kelompok maju bersama.
Seiring pelaksanaan pengabdian kosabangsa tim pelaksana Universitas Ichsan Gorontalo di ketuai Yudin Yunus dan tim pendamping yang di ketuai Prof. Dr. Ir. Lucia Cecilia Mandey, MS dari Universitas Sam Ratulangi manado dapat tertarik mengeksplorasi lebih lanjut tema hangat ini dan memberikan hasil Teknologi Dan Inovasi kepada masyarakat utamanya mitra pelaksana dimana ;
a. Mesin pengemasan granule menghasilkan kemasan gula aren dari tradisional ke modern.
b. Mesin pengaduk gula aren semut menghasilkan gula aren bersegi empat kecil modern.
c. Pemasarannya Sistem tradisional sistem pemasaran mulut ke mulut, penjualan langsung dan promosi di acara lokal dengan adanya kosabangsa di buatkan pemasaran sistem cerdas digital dalam memprediksi penjualan gula aren.

Pelaksanaan kegiatan pengabdian kosabangsa tahun pendanaan 2024 ini bidang fokus utamanya teknologi informasi dan komunikasi digagas oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Program ini, yang termasuk dalam program kosabangsa (Kolaborasi sosial membangun Masyarakat) salah satu tujuannya mewujudkan kolaborasi antara perguruan tinggi, mitra kerja sama, dan pemerintah dalam meningkatkan daya saing bangsa, pengembangan sdm unggul melalui penerapan teknologi dan inovasi untuk penyelesaian di masyarakat.
Pentingnya Inovasi Pemasaran Digital
Inovasi pemasaran digital menawarkan solusi praktis untuk mengatasi hambatan tersebut. Dengan memanfaatkan platform digital seperti media sosial, e-commerce, dan website, produsen gula aren dapat memperluas jangkauan pasar, meningkatkan penjualan, dan memperkenalkan produk kepada konsumen yang lebih luas. Strategi pemasaran digital juga memungkinkan produsen untuk menciptakan brand awareness yang kuat, memperbaiki citra produk, dan menawarkan cerita unik dari proses produksi gula aren yang ramah lingkungan dan tradisional.
Lebih jauh lagi, pemasaran digital memberikan kesempatan untuk melakukan komunikasi dua arah dengan konsumen, sehingga produsen dapat menerima feedback secara langsung dan melakukan penyesuaian produk sesuai dengan permintaan pasar. Hal ini akan mendorong peningkatan kualitas produk yang berkelanjutan.
Peran Kebijakan Hukum dalam Mendukung Inovasi Pemasaran
Namun, inovasi pemasaran digital tidak akan berjalan optimal tanpa adanya dukungan dari kebijakan hukum yang jelas dan berpihak pada pengembangan ekonomi desa. Pemerintah perlu menciptakan regulasi yang memudahkan produsen gula aren untuk mengakses teknologi digital, termasuk akses internet yang merata di pedesaan, pelatihan pemasaran digital, dan fasilitas pendanaan bagi UMKM.
Selain itu, pemerintah juga harus memberikan perlindungan hukum terhadap hak kekayaan intelektual (HKI) produk gula aren. Ini penting untuk mencegah peniruan atau penyalahgunaan identitas produk yang dapat merugikan produsen lokal. Kebijakan seperti sertifikasi produk, pemberian label organik, dan regulasi standar kualitas produk akan meningkatkan daya saing gula aren di pasar yang lebih luas.
Kolaborasi dalam Pengabdian Membangun Desa
Kolaborasi antara pemerintah, akademisi, dan pelaku usaha menjadi krusial dalam upaya membangun desa melalui inovasi pemasaran digital gula aren. Program pengabdian masyarakat oleh universitas, misalnya, dapat memberikan pelatihan kepada para produsen gula aren tentang penggunaan teknologi digital. Sementara itu, dukungan dari sektor swasta dapat berupa pendanaan dan penyediaan platform pemasaran.
Selain itu, penting untuk membangun ekosistem pemasaran digital yang inklusif, di mana seluruh pemangku kepentingan dapat berperan aktif dalam menciptakan pasar yang adil dan berkelanjutan bagi produk gula aren. Dengan demikian, desa dapat menjadi pusat inovasi yang memberdayakan masyarakatnya untuk berpartisipasi aktif dalam ekonomi digital.

Inovasi pemasaran digital gula aren melalui kebijakan hukum dalam pengabdian membangun desa bukan hanya sekadar strategi pemasaran, tetapi juga langkah penting dalam upaya pemberdayaan ekonomi desa yang berkelanjutan. Melalui pendekatan yang terintegrasi, produsen gula aren dapat menikmati peningkatan pendapatan, memperkuat identitas produk lokal, dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan dukungan yang tepat, gula aren Indonesia akan semakin dikenal, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di pasar global.
Ketua kelompok Maju bersama sekaligus kepala desa bapak Robin Gunta sangat senang dengan adanya program kosabangsa dengan bantuan teknologi atau alat seperti mesin kristalisasi, mesin pengemasan dan Pembuatan Sistem pemasaran yaitu sistem cerdas prediksi gula aren dengan anggaran yang ada. Ini semua untuk peningkatan pemberdayaan masyarakat bagi Pengrajin gula aren. Hasil produk gula aren ini dapat mendunia gula aren dapat menjadi alternatif alami yang sehat sebagai pemanis untuk minuman seperti kopi. Produk gula aren dari desa Posono dapat dipromosikan kepada hotel, restoran, dan kantor pemerintah (OPD) atau kementerian) sebagai pemanis kopi yang lebih alami dibandingkan gula pasir biasa. Dengan demikian hasil salah satu hasil dari program kosabangsa mengasalkan Gula palm sugar hasil produk desa Posono.
*Mitra Bidang Dokumentasi, Publikasi dan Informasi Universitas Ichsan Gorontalo*




























