‎
Berita  

Optimalisasi Pemanfaatan Tongkol Jagung Untuk Energi Terbarukan di Desa Posso

Foto : Tim Unisan
banner 120x600
‎

Rekam Fakta, Gorontalo – Optimalisasi Pemanfaatan Tongkol Jagung untuk Energi Terbarukan di Desa Posso Sebuah Langkah Inovatif yang di lakukan tim pelaksana kosabangsa Universitas Ichsan Gorontalo, ketua oleh  Ir. Steven Humena, ST., MT, dengan anggota 1 Dr. Indriana, SP., M.Si dan anggota 2 Satria Wati Pade, S.TP., M.Si. dan di dampingi dari Universitas Samratulangi Manado dengan ketua pendamping  Ir. Dedie Tooy, M.Si., Ph.D , dengan anggota pendamping 1 Prof. Dr. Ir. Femi H Elly, MP, IPU dan anggota pendamping 2 Prof. Dr. Ir. Jein R Leke, MP.

Desa Posso sekali lagi menorehkan sejarah dengan inisiatif inovatif mereka dalam memanfaatkan tongkol jagung sebagai sumber energi terbarukan. Kegiatan sosialisasi yang diadakan mulai tanggal 31 oktober sampai 3 november 2024 berhasil menarik perhatian banyak pihak, mulai dari pemerintah daerah, akademisi, hingga masyarakat setempat yang semuanya memiliki tujuan yang sama untuk  menciptakan energi terbarukan yang ramah lingkungan dan efisien.

Di Sanggar Seni Desa Posso, suasana tampak penuh semangat dengan kehadiran berbagai pihak yang siap memberikan kontribusi terhadap program kosabangsa ini . Kepala Desa Posso, Bapak Agusrianto Dali, membuka acara dengan sambutannya yang penuh antusiasme.

“Kami melihat potensi besar dari tongkol jagung yang selama ini hanya dianggap sebagai limbah. Dengan teknologi yang tepat, kami dapat mengubahnya menjadi sumber energi yang bermanfaat bagi desa kita,” ujar Bapak Agusrianto Dali dengan penuh keyakinan.

Selanjutnya, para ahli energi terbarukan dari  Tim pendamping Universitas Sam Ratulangi Manado memberikan presentasi yang mendalam mengenai cara kerja pemanfaatan tongkol jagung sebagai biomassa; proses pembuatan pellet pakan ayam dari tongkol jagung; Pentingnya Energi terbarukan. Menurut ketua pendamping  Ir. Dedie Tooy. M.Si., Ph.D , sebagai ahli Program ini , tongkol jagung memiliki kandungan selulosa yang tinggi, sehingga sangat potensial untuk diolah menjadi bahan bakar.

Prosesnya melibatkan pemanasan dan konversi kimiawi, yang kemudian menghasilkan energi yang bersih dan dapat digunakan untuk berbagai keperluan.

Selain penjelasan teoritis, kegiatan ini juga dilengkapi dengan demonstrasi langsung yang menunjukkan cara mengolah tongkol jagung menjadi arang briket dan pellet pakan ayam. Para peserta sosialisasi, terutama petani lokal, tampak antusias mengikuti setiap langkah proses tersebut. Banyak dari mereka yang bertanya mengenai detail teknis dan bagaimana mereka bisa menerapkan teknologi ini dalam skala kecil.

Kegiatan pelatihan ini juga membuka sesi diskusi interaktif dimana masyarakat dapat menyampaikan pendapat dan pertanyaan mereka. Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat Desa Posso semakin memahami dan tertarik untuk memanfaatkan tongkol jagung sebagai sumber energi terbarukan. Inovasi ini tidak hanya akan membantu mengurangi limbah pertanian, tetapi juga memberikan alternatif energi yang lebih murah dan ramah lingkungan.

Program kosabangsa ini sumber dananya  didanai oleh DRTPM (Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi) yang sebagai pelaksana program kosabangsa (Kolaborasi sosial membangun Masyarakat) adalah Universitas Ichsan Gorontalo dengan tahun pendanaan  2024,   ini juga diharapkan dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain di Indonesia untuk memanfaatkan potensi lokal mereka dalam menciptakan solusi energi yang berkelanjutan. Dengan demikian, Desa Posso tidak hanya menjadi pelopor dalam inovasi energi terbarukan, tetapi juga menjadi inspirasi bagi seluruh negeri dalam memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana dan berkelanjutan.

Selain itu Tim Ketua Pendamping dari Universitas Sam Ratulangi Manado melakukan kunjungan Ke tempat pembuatan teknologi. Teknologi tersebut akan diserahkan untuk mitra dan di gunakan oleh mitra pada kegiatan pelatihan teknologi dan inovasi Pemanfaatan Tongkol Jagung sebagai energi terbarukan di Desa Posso.

Mitra Bidang Dokumentasi dan Informasi Universitas Ichsan Gorontalo

***