Berita  

‎Kapolsek Bandara Gorontalo Diduga Bersikap Arogan terhadap Wartawan

Suasana Liputan Kunjungan Wakil Menteri Pertahanan di Bandara Djalaludin Gorontalo (Doc. Istimewa)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Dunia jurnalisme di Gorontalo kembali terganggu oleh dugaan arogansi aparat. Seorang perwira polisi yang diduga Kapolsek Bandara Djalaludin Gorontalo, berinisial Ipda S.A., dilaporkan bersikap kasar terhadap seorang wartawan saat meliput kunjungan Wakil Menteri Pertahanan Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, Kamis (6/11/2025).

‎Peristiwa itu terjadi di tengah peliputan resmi kegiatan kenegaraan yang dihadiri Gubernur Gorontalo serta sejumlah pejabat daerah. Saat rombongan pejabat memasuki ruangan utama, wartawan tersebut bersama sejumlah rekannya, humas pemerintah, dan humas Polda telah berada di lokasi untuk merekam momen penting tersebut.

‎Namun tiba-tiba, oknum Kapolsek yang diduga Ipda S.A. datang dan menanyakan satu per satu orang yang ada di dalam ruangan, lalu memerintahkan keluar mereka yang dianggap “tidak berkepentingan.”

‎“Saya sudah jelaskan bahwa saya sedang bertugas atas perintah pimpinan redaksi. Tapi beliau tetap bersikeras dan meminta saya keluar dengan nada kasar, bahkan sempat menantang saya,” ungkap wartawan tersebut kepada Rekam Fakta, Kamis (6/11).

‎Wartawan itu menambahkan, peristiwa serupa bukan kali pertama terjadi. Saat kunjungan Menteri Muhammad Iskandar beberapa waktu lalu, sejumlah wartawan juga dihalangi dengan alasan “perintah atasan.”

‎Menurutnya, tindakan seperti ini mencerminkan minimnya pemahaman aparat terhadap kerja jurnalistik dan menyakiti semangat kebebasan pers yang dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers.

‎“Kami ini menjalankan tugas negara. Meliput kegiatan kenegaraan adalah bagian dari tanggung jawab pers. Kalau wartawan dilarang meliput dengan cara seperti itu, lalu di mana keterbukaan publik?” tegasnya.

‎Hingga berita ini diterbitkan, oknum Kapolsek Bandara Djalaludin yang diduga berinisial Ipda S.A. belum memberikan tanggapan, meski telah dihubungi Rekam Fakta melalui sambungan WhatsApp.

‎***