Rekam Fakta, Maluku Tenggara — Satu langkah, dua capaian gemilang! Inisiatif Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara menyelenggarakan Turnamen Bola Voli Bupati Cup yang dipadukan dengan pameran UMKM disebut sebagai gagasan cerdas sekaligus terobosan berharga — menjadi angin segar di tengah upaya efisiensi anggaran daerah.
Kegiatan ini tak luput dari apresiasi setinggi-tingginya yang disampaikan langsung oleh Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Maluku Tenggara.
Ketua PDPM, Rahmat Reliubun, menyampaikan hal tersebut kepada awak media di Langgur, Kamis (10/9/2026). Menurutnya, kebijakan Pemda Maluku Tenggara ini sangat tepat sasaran — tak hanya berfokus pada pembibitan atlet dan prestasi olahraga, namun sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat lokal dalam satu momentum yang sama.
“Turnamen ini bukan sekadar pertandingan atau seremoni belaka. Lebih dari itu, ajang ini menjadi wadah strategis untuk menjaring dan memupuk bibit atlet berbakat dari seluruh penjuru,” ujarnya. Melalui kejuaraan ini, para pemuda di Langgur hingga ke pelosok desa mendapat ruang luas untuk menampilkan kemampuan terbaik mereka di bidang bola voli. Diharapkan lahir bibit unggul yang kelak mampu membawa nama harum Maluku Tenggara di kancah regional maupun nasional.
Tak kalah penting, kehadiran pameran UMKM di lokasi pertandingan membawa dampak nyata bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Penyatuan olahraga dan ekonomi ini terbukti mampu menyedot antusiasme warga secara luar biasa. Pemerintah daerah dinilai sangat cerdas memanfaatkan keramaian untuk membuka peluang promosi dan transaksi dagang — yang secara langsung menambah pendapatan para pedagang dan pelaku usaha lokal.
Pemuda Muhammadiyah menilai penyelenggaraan ini sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah daerah terhadap pembangunan generasi muda sekaligus pemulihan ekonomi rakyat — sebuah langkah yang patut dipuji, terlebih lagi di tengah keterbatasan anggaran yang dihadapi.
Bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (HAORNAS), pihaknya berharap sinergi antara pengembangan olahraga dan pemberdayaan ekonomi rakyat dapat terus berlanjut secara berkelanjutan. “Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi — tetaplah membina pemuda, tetaplah menggerakkan ekonomi rakyat,” pesan Rahmat Reliubun.
RF/Erick



























