Berita  

Toilet Kusam Disulap Jadi Bersih, GARNITA Gorontalo Bawa Pesan Hidup Sehat ke Sekolah

banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Toilet yang sebelumnya tampak kusam di SDN 16 Telaga Biru kini berubah lebih bersih dan nyaman. Dinding kembali dicat, sudut-sudut ruangan dibersihkan, sementara fasilitas sanitasi ditata agar lebih layak digunakan para siswa.

Perubahan tersebut menjadi bagian dari Gerakan Restorasi Kakus yang digelar Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) GARNITA Malahayati NasDem Provinsi Gorontalo, Selasa (8/9/2026).

Aksi yang dimulai sekitar pukul 08.00 Wita itu melibatkan jajaran pengurus GARNITA Malahayati NasDem Gorontalo. Tidak hanya membersihkan dan mempercantik toilet, kegiatan tersebut juga diisi dengan edukasi kepada siswa mengenai pentingnya menjaga kebersihan fasilitas sanitasi.

Gerakan Restorasi Kakus menjadi salah satu cara GARNITA memperingati hari jadinya yang ke-15. Alih-alih menggelar perayaan seremonial, organisasi perempuan Partai NasDem itu memilih menghadirkan kegiatan yang menyentuh langsung kebutuhan dasar di lingkungan sekolah.

Ketua DPW GARNITA Malahayati NasDem Provinsi Gorontalo, Merlan Uloli, mengatakan momentum ulang tahun organisasi seharusnya dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Menurutnya, kebersihan toilet sekolah tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele. Fasilitas sanitasi merupakan bagian penting dari lingkungan pendidikan karena digunakan siswa setiap hari dan berkaitan dengan kenyamanan serta kebiasaan hidup bersih.

“Gerakan ini juga dilaksanakan di seluruh Indonesia dengan target membersihkan 1.500 toilet,” kata Merlan.

Ia menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Ketua Umum DPP Partai NasDem, Surya Paloh, mengenai pentingnya akses terhadap toilet sekolah yang bersih dan layak.

Bagi Merlan, keberadaan toilet yang bersih merupakan bagian dari upaya menciptakan lingkungan pendidikan yang sehat. Karena itu, gerakan tersebut tidak berhenti pada aktivitas membersihkan lantai, mengecat dinding, atau merapikan fasilitas.

Para siswa juga diberikan pemahaman mengenai cara menggunakan toilet dengan baik serta pentingnya menjaga kebersihan setelah fasilitas tersebut digunakan.

“Yang paling penting bukan hanya toilet yang dibersihkan hari ini, tetapi bagaimana anak-anak memiliki kesadaran untuk menjaga dan merawatnya setiap hari,” ujar Merlan.

Ia menilai perubahan fisik akan sulit bertahan apabila tidak dibarengi perubahan kebiasaan. Toilet yang telah dibersihkan dan dicat kembali dapat kembali kusam jika tidak dirawat secara bersama-sama.

Karena itu, GARNITA mendorong agar kebersihan toilet menjadi bagian dari budaya sehari-hari di sekolah. Tanggung jawab tersebut tidak hanya berada di tangan kepala sekolah, guru, maupun petugas kebersihan, tetapi juga seluruh warga sekolah, termasuk para siswa.

Gerakan serupa sebelumnya telah dilakukan GARNITA Malahayati NasDem Gorontalo di salah satu sekolah dasar di Kabupaten Bone Bolango pada 5 September 2026.

“Khusus di Gorontalo, selain di SDN 16 Telaga Biru, kegiatan yang sama sudah kami laksanakan di salah satu sekolah dasar di Bone Bolango,” jelas Merlan.

Menurutnya, Gerakan Restorasi Kakus diharapkan dapat menjadi pemantik kesadaran masyarakat mengenai pentingnya fasilitas sanitasi yang bersih dan layak, khususnya di lingkungan pendidikan.

Sementara itu, Kepala SDN 16 Telaga Biru, Rabia Taib, menyampaikan apresiasi kepada GARNITA Malahayati NasDem Provinsi Gorontalo atas kepedulian dan bantuan yang diberikan kepada sekolah.

Ia menilai kehadiran toilet yang bersih dan terawat memberikan kenyamanan bagi siswa sekaligus menjadi sarana pembelajaran sederhana mengenai disiplin dan tanggung jawab.

Gerakan tersebut pada akhirnya tidak hanya mengubah tampilan toilet sekolah. Lebih dari itu, GARNITA ingin menanamkan pesan bahwa hidup sehat dapat dimulai dari kebiasaan sederhana: menggunakan fasilitas dengan baik, menjaga kebersihan, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan bersama.

Sebab, kualitas lingkungan pendidikan tidak hanya ditentukan oleh ruang kelas dan proses belajar mengajar. Toilet yang bersih juga menjadi bagian dari sekolah yang sehat, nyaman, dan layak bagi anak-anak.