Rekam Fakta, Provinsi Gorontalo – Keluarga pasien dari anak berusia empat tahun empat bulan mengeluhkan pelayanan yang ada di Rumah Sakit (RS) Aloei Saboe Kota Gorontalo.
Anak itu merupakan rujukan dari Rumah Sakit Tani Nelayan (RSTN) Boalemo yang ketika tiba di RS Aloei Saboe didiagnosis terkena penyakit Kelenjar Getah Bening.
Oleh tim medis, anak ini harus segera di operasi, makanya dimintalah untuk tidak makan dan minum sebagai syarat dilakukannya operasi.
“Dari jam tiga subuh anak saya so diminta untuk puasa, jadi ada ikut, cuman dorang tidak tentukan ini depe waktu operasi jam berapa, anak so menangis terus”, ucap orang tua dari pasien saat diwawancarai disalah satu tempat di Kota Gorontalo, Sabtu (17/06/2023).
Yang menjadi awal permasalahan, ketika menangis anak ini secara spontan mengambil rambutan yang ada didekatnya dan memakannya sedikit, insiden itu kemudian dilihat oleh salah satu perawat yang kebetulan ada di ruangan tersebut.
“Anak saya ini tiba-tiba ada buka ini rambutan, baru dia ada makan sadikit, itu perawat bilang so tidak bisa mo operasi ini, jadi saya bilang rambutan satu buah itu cuman dia ada makan sedikit, jadi tolong di konsultasikan ulang sama dokter”, jelasnya.
“Baru ketika ada tunggu-tunggu lama sekali belum ada kejelasan, baru anak ini menangis terus, tadi malam itu cuman ada makan rambutan dua dia kasian, tdak mo makan nasi, baru ada puasa lagi jadi memang menangis dia so lapar”, sambungnya.
Orang tua dari pasien anak itu mengatakan, seharusnya tim medis lebih cepat mengabarkan apa yang menjadi keputusan dari dokter, agar mereka tidak dibuat menunggu.
“Saya paham aturannya pak, makanya saya bilang coba di konsultasikan ulang dulu sama dokter, harusnya persoalan ini cepat dikonfirmasi ke Kami, biar ada kejelasan, ini depe jam operasi belum jelas, baru ada tunggu-tunggu tidak ada dorang datang kemari, saya pe anak so menangis terus batahan lapar tanpa ada kejelasan, makanya saya so bawa pulang, jangan sampai mo tambah parah depe sakit gara-gara ada batahan lapar”, pungkasnya.
Sementara itu hingga berita ini diterbitkan, tim Media Rekam Fakta masih berupaya terhubung dengan Direktur Rumah Sakit Aloei Saboe untuk dimintai tanggapan.
Rachmad/RF




























