Bacok Polisi, Pelaku Ini Akhirnya “Mampus”

Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana Saat Konferensi Pers
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo– Salah satu personel Polresta Gorontalo Kota, Bripka Ariyanto Antuke mendapat luka bacok di bagian perut serta bagian jari usai di serang menggunakan parang (Lilang) oleh seorang warga berinisial MH yang tinggal di Kelurahan Tenda, Kecamatan Hulonthalangi, Jumat (8/9/2023).

Kapolresta Gorontalo Kota, Kombes Pol Ade Permana Menjelaskan, Peristiwa tersebut berawal dari pengaduan seorang warga berinisial FA yang mengaku mendapat ancaman dari pelaku MH dengan menggunakan Sajam.

“Sekitar jam 10:00 Wita, Seorang warga (FA) di kejar menggunakan Sajam oleh pelaku (MH), Kemudian, pada jam 19:15 Wita, kami mendapat laporan kembali dari masyarakat bahwa, (MH) mengamuk kembali dengan menggunakan Sajam”. ucap Ade Permana saat Konferensi Pers

Lebih Lanjut, Ade Permana menambahkan, usai mendapat laporan, 3 Personil Polresta Gorontalo Kota, salah satunya Bripka Ariyanto Antuke langsung mendatangi rumah pelaku.

“Saat salah satu personil mengetuk pintu rumah, MH langsung keluar dan langsung menyerang Bripka Ariyanto Karena pada saat itu ia memakai baju dinas, dan pelaku MH langsung membacok Bripka Aryanto di bagian perut dan sempat menangkis dan terkena bacokan di perut serta jari sebelah kiri dan pelaku langsung melarikan diri” lanjut Ade

Pada saat mendapatkan laporan pembacokan, Kasat Reskrim Polresta Gorontalo Kota, Kompol Leonardo langsung memimpin untuk melakukan pencarian pelaku di bantaran sungai namun belum menemukan hasil dan personil langsung membubarkan diri pada jam 00:30 Wita.

Ade juga mengatakan, hingga pada jam 01:45 Wita salah seorang warga menghubungi polisi dan memberitahukan bahwa pelaku MH terlihat di sekitaran jembatan dan mencoba menyerang warga sekitar.

“Mendapat laporan tersebut, Personil langsung datang untuk menyergap pelaku, pada saat sampai di lokasi, pelaku sudah dikepung oleh beberapa personil dan tampak untuk melawan dengan menggunakan Sajam”

“Personil sudah memberikan tembakan peringatan sebanyak 3 kali, namun pelaku hendak menyerang personil, karena sudah merasa terancam, personil tersebut melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak pelaku” jelas Ade

Akhirnya, Pelaku MH terkapar setelah menerima timah panas dari personil di bagian dada sebelah kiri, dan MH sempat dilarikan ke Rumah Sakit Aloei Saboe (RSAS), Sebelum dinyatakan meninggal dunia.

Agung/RF