Daerah  

Bukan Politisi, Bukan Proyek! KONI Kabgor Siap Diguncang Jurnalis Petarung

Jefry Rumampuk Dalam Potret AI (Doc. Rekam Fakta)
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo – Pertarungan menuju kursi Ketua KONI Kabupaten Gorontalo mendadak berubah arah. Bukan sekadar ajang rebutan jabatan, kini panggung olahraga prestasi ini disulut oleh satu kejutan besar, seorang jurnalis senior, vokal, dan kontroversial, siap mengacak-acak dominasi politisi!

Mereka yang selama ini merasa nyaman dengan rotasi kekuasaan berbasis popularitas, mungkin perlu waspada. Sebab nama Jefry Rumampuk mantan juru bicara Bupati Boalemo dan eks Ketua Forwaka Gorontalo bukan sekadar pelengkap daftar bakal calon. Ia adalah simbol perlawanan dan suara lantang yang pernah nyaris dibungkam lewat kekerasan. Publik Gorontalo tak lupa, Jefry adalah korban pembacokan oleh orang tak dikenal, setelah banyak mengkritisi program dan kebijakan yang dianggap tak berpihak pada rakyat.

Kini, ia kembali. Bukan lewat tulisan pedas, tapi lewat langkah strategis di gelanggang olahraga.

Bursa calon Ketua KONI awalnya didominasi nama-nama politisi ternama seperti Ketua DPRD Zulfikar Usira, Wakil Ketua DPRD Awaludin Pauweni, hingga legislator Jayusdi Rivai. Ketiganya punya rekam jejak politik yang kuat, dan koneksi yang tak bisa diremehkan.

Namun, kehadiran Jefry memicu dinamika baru. Ia datang bukan dengan baliho dan janji, tapi dengan rekam jejak keberanian, integritas, dan visi perubahan. Ia tak butuh panggung sebab dirinya adalah panggung itu sendiri.

“Selama ini, olahraga jadi proyek kekuasaan. Saatnya dikembalikan ke pangkuan rakyat,” ujar salah satu tokoh olahraga yang enggan disebut namanya, menanggapi kemunculan Jefry.

Jefry juga dikenal memiliki jaringan lintas sektoral yang luas di media, aktivis, birokrasi, bahkan komunitas olahraga akar rumput. Sosoknya membawa energi perlawanan yang bisa mengganggu “kenyamanan” struktur lama. Jika biasanya politisi menggunakan media untuk meraih simpati, kali ini justru media yang menantang politisi langsung dari dalam gelanggang.

Sekretaris KONI Kabupaten Gorontalo, Ilho, mengakui geliat bursa calon mulai terasa. “Sudah ada beberapa yang komunikasi. Kalau banyak yang maju, itu bagus. Artinya KONI makin hidup dan penuh gengsi,” ujarnya, Rabu (21/5) dilansir dari media nusatimes.

Bagaimana dengan petahana dr. Irawan Huntoyungo? Masih tanda tanya. “Belum ada kabar dari Pak Ketua apakah akan maju lagi atau tidak,” kata Ilho singkat.

Musorkab tinggal menghitung bulan. Tapi tensi sudah mendidih. Jika selama ini olahraga diatur dari kursi politik, kini publik menanti, beranikah jurnalis ini merebut komando? Ataukah ia akan dihantam balik oleh sistem yang selama ini terlalu nyaman dengan status quo?

Satu hal pasti, pertarungan kali ini bukan soal siapa punya kuasa, tapi siapa yang benar-benar peduli.