Rekam Fakta, Kab. Maluku Tenggara – Pemerintah Daerah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra), Melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Maluku Tenggara, kini melepaskan 376 Guru untuk melanjutkan perkuliahan untuk mendapatkan gelar sarjana S1, sesuai dengan jurusan mereka.
Pelepasan mahasiswa penyetaraan guru dalam jabatan tersebut, berlangsung dilapangan Upacara Dinas Pendidikan Kabupaten Malra Senin, 04/12/2023.

Kepala Bidang PTK dan pembangunan karakter pada Dinas pendidikan Malra Relly Rahangmetan, S.Pd mengatakan, peserta Guru Dalam Jabatan (GDJ) Penyetaraan S1 ini di biayai oleh Pemerintah Kabupaten Malra, Hal ini merupakan tindak lanjut dari Pemerintahan sebelumnya.
Dilokasi yang sama, Hal senada juga di sampaikan Kepala Dinas Pendidikan Malra, Umar Hanubun, S.Pd. saat menyampaikan arahan singkat kepada para peserta.
Hanubun mengatakan bahwa, program tersebut sudah di canangkan oleh pemerintah Daerah, yang berkaitan dengan visi dan misi Bupati dan wakil Bupati ( MTH-PB ).

“Atas dasar itulah Pemerintah Daerah menyiapkan Anggaran lewat Dinas Pendidikan untuk membackup seluruh kegiatan-kegiatan yang berkaitan dengan penyetaraan S1,” ucap Hanubun.
Mengingat bahwa, tenaga Guru yang berada di kabupaten Maluku Tenggara saat ini Sebagian belum memiliki Gelar S1, terdapat ijazah pendidikan terakhir mereka D1, D2, D3 dan juga SMA.
Oleh karena itu, lanjut Hanubun, masi terdapat guru-guru PNS Dan Non PNS yang kita arahkan untuk melakukan studi Lanjutan yang di biayai Oleh Pemerintah Daerah, lewat Dinas Pendidikan dimana Anggaran tersebut telah di sediakan,” ujarnya
Proses tersebut berlangsung kurang lebih dua Minggu, setelah itu mereka harus balik melanjutkan di kampus utama, untuk melakukan proses belajar mengajar, diantaranya salah satu ialah ujian semester,” ungkap Hanubun.

Ditargetkan proses ini berjalan selama satu sampe dua tahun , jadi untuk guru yang ijazah SMA dapat menjalankan studi selama dua tahun, sesuai rencana 2025 selesai, sedangkan diploma satu tahun yang di targetkan tahun 2024 selesai,” jelas Hanubun.
Hanubun berharap, kepada pemerintah Pusat sampe ke pemerintah Daerah terkait dengan soal penganggaran itu betul-betul di krocek agar pembiayaan tetap ada. Kita akan mengawal anggarannya agar anggaran tersebut dapat membackup seluruh pembiayaan penyetaraan S1.
Berkaitan dengan mahasiswa, kami sangat berharap agar seluruh mahasiswa yang telah di percayakan saat ini dapat di manfaatkan sebaik mungkin. Mengingat peluang saat ini tidak mungkin terulang untuk kedua kalinya , demi meraih cita-cita dan keinginan mereka juga berguna dan bermanfaat bagi daerah ini Demi mencerdaskan Anak-anak Bangsa,” pintanya.
Terakhir, Hanubun berharap, bagi para peserta yang akan melangsungkan perkuliahan hendaknya menjaga kesehatan, serta fokus dalam menerima atau melaksanakan kuliah, agar cepat selesai sesuai target waktu yang di harapkan. Tandasnya
Perlu diketahui, Dari jumlah peserta sebanyak 376 peserta terbagi dalam berbagai perguruan tinggi seperti 269 orang di kurangin satu orang karena meninggal dunia yang mengambil S1 di Universitas Pattimura Ambon.

Selain itu 56 orang di Institut Agama Islam Negeri Ambon, 28 orang di STPK dan 23 dan IAKN sebanyak 28 orang.
para peserta akan di berangkatkan dengan kapal Pelni KM. Tidar dari Pelabuhan Yos Sudarso Tual dan rencana akan tiba di Ambon pada hari Selasa tanggal 5/12/23 langsung melakukan perkuliahan serta pelaksanaan ujian akhir semester pada tanggal 7-12 Desember 23 mendatang.
Usai mengikuti ujian semester di rencanakan para mahasiswa akan kembali di Maluku Tenggara pada 14 Desember 2023 dengan menggunakan kapal Pelni KM. Ngapullu.
Erick/RF












