Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Menindaklanjuti hasil rapat pada hari Minggu kemarin, Forkopimda Kecamatan Dumbo Raya langsung turun lapangan pada hari Senin (27/04/2020), yang di pimpin langsung oleh Camat Dumbo Raya Sumaryadi Tone, S.STP, M.Si.
Dalam sidak tersebut turut hadir pula Lurah Talumolo Siti Adam, S.Sos, Lurah Bugis Nurlaila Abdul Salam, SE, Bhabinkamtibmas Talumolo Bripka Rivandi Masyhur, Bhabinkamtibmas Bugis Briptu Saadiah Alamri dan Kepala Baznaz Kota Marzuki Pakaya, Kepala KUA Ibrahim Daeng Salasa dan Babinsa Bugis Serka Syamsuri Suma.
BERITA POPULER
“Tujuan dari sidak tersebut adalah untuk mengunjungi beberapa Mesjid yang masih saja membangkang melaksanakan sholat berjamaah di Mesjid,” pungkas Bripka Rivandi.
Adapun Mesjid yang di kunjungi antara lain Mesjid Al-Muhajirin di Lotu, Kelurahan Talumolo dan Mesjid Al-Jauhar di Kelurahan Bugis.
“Ketika kami datang di Mesjid Al-Muhajirin, jamaahnya langsung menyatakan akan patuh dengan himbauan pemerintah untuk sholat di rumah, yang mengherankan, selama ini mereka tidak patuh karena adanya dukungan dari Sekretaris Ta’mirul Mesjid yang juga bekerja sebagai Staf Badan Amil Zakat Kota Gorontalo yang notabene merupakan bagian dari Pemerintah, mestinya dia yang lebih paham aturan, dia yang menghimbau, bukan malahan dia yang mendukung pembangkangan,” ketus Bripka Rivandi.
Peristiwa berbeda terjadi pada Mesjid Al-Jauhar di Kelurahan Bugis, menurut Briptu Saadiah Alamri, jamaahnya melaksanakan Sholat Tarawih dengan cara mematikan lampu utama dan hanya menggunakan 1 buah lampu kecil sebagai penerangan dalam ruangan.
“Ketua Badan Ta’mirul Mesjid mengatakan kepada kami bahwa semua yang di lakukan atas tekanan dan ancaman dari jamaahnya dan jika tidak di ikuti maka mereka akan memaksa masuk Mesjid dengan merusak pagar dan pintu Mesjid yang memang sengaja di kunci,” tambahnya lagi.
“Harapan saya sebagai Bhabinkamtibmas, dengan adanya penjelasan yang didapat di lapangan, bahwa untuk menyikapi ini, kami perlu tindakan tegas dari Pemerintah Kota Gorontalo, demi menghindari benturan dengan warga dan perlu adanya sanksi tegas bagi Imam Mesjid maupun BTM yang masih keras kepala dan tidak patuh pada himbauan Pemerintah untuk tidak melaksanakaan Sholat Tarawih di mesjid dan mengundang masa dalam jumlah banyak mengingat penyebaran virus COVID-19 di Gorontalo khususnya di Dumbo Raya sudah semakin meningkat dan sejauh ini sudah tercatat 1 orang dari Kelurahan Botu yang Positif dan yang lainnya masih menunggu hasil Test Swab,” tutup Bhabinkamtibmas yang baik hati dan murah senyum ini. (0N4L/RF)
















