Rekam Fakta, Gorontalo — Rencana besar Perum Bulog membangun pabrik pakan ternak dan jaringan gudang modern di berbagai daerah Indonesia langsung mendapat sorotan positif dari Jasin Mohammad, yang dikenal sebagai Ketua Asosiasi Perkumpulan Pedagang dan Produsen Jagung Indonesia (Pejagindo) Perwakilan Provinsi Gorontalo, Pengalaman dan kiprahnya di sektor jagung membuat pandangannya atas keputusan Bulog memiliki bobot tersendiri.
Menurut Jasin, keputusan Bulog memilih Gorontalo sebagai lokasi pembangunan pabrik pakan ternak bukan sekadar program teknis, tetapi langkah strategis yang mampu mengubah arah pembangunan sektor pertanian daerah. Ia menegaskan bahwa peran Bulog yang tertuang dalam PP Nomor 61 Tahun 2003 mulai dari menjaga ketersediaan pangan hingga stabilisasi harga sedang memasuki babak baru yang jauh lebih progresif.
“Pada awal 2026, Bulog membangun 100 gudang lengkap dengan fasilitas dryer senilai Rp5 triliun. Gudang ini tersebar di sentra gabah dan jagung, sebagian di lahan Bulog dan sebagian lagi di lahan hibah pemda,” ujar Jasin. Sekaligus Direktur PT. Gorontalo Pangan Sejahtera
Menurutnya, infrastruktur sebesar ini bukan hanya menciptakan rantai pasok lebih efisien, tetapi juga membuka jalan bagi daerah untuk memperkuat industri turunan pertanian.
Dalam pandangan Jasin, keberhasilan Gorontalo dilirik Bulog tidak lepas dari peran Gubernur Gorontalo yang dinilainya memiliki kemampuan lobi dan komunikasi yang kuat dengan pemerintah pusat. Ia menyampaikan apresiasi yang tulus atas kerja pemerintah daerah yang dinilai berperan kunci dalam meyakinkan Bulog.
“Saya salut kepada Gubernur. Keputusan Bulog hadir di Gorontalo bukan muncul tiba-tiba, ini hasil lobi panjang dan komitmen kuat daerah. Dampaknya bisa dirasakan langsung oleh petani, pelaku usaha, dan tenaga kerja lokal,” ungkapnya.
Sektor jagung, yang menjadi nadi perekonomian Gorontalo, kembali menjadi sorotan. Produksi jagung Gorontalo pada tahun 2024 mencapai 1.510.215.073 ton, menempatkan daerah ini di posisi ketujuh secara nasional. Namun justru faktor ini yang dianggap Jasin menarik karena meski bukan yang terbesar, Gorontalo tetap dipilih Bulog sebagai pusat pembangunan pabrik pakan ternak.
“Ini menunjukkan nilai strategis Gorontalo tidak hanya dilihat dari volume produksi, tetapi dari kesiapan infrastruktur, kestabilan suplai, dan hubungan kerja yang harmonis antara daerah dan pusat. Ini nilai tambah yang tidak semua daerah punya,” jelas Wakil Ketua Umum Bidang Perizinan. Investasi, Pengembangan Ekspor dan Pasar Modal Kadin Provinsi Gorontalo
Sebagai pelaku usaha yang mengelola industri pangan dan paham dinamika hilirisasi, Jasin melihat momentum ini sebagai titik awal terbentuknya ekosistem industri jagung yang lebih modern. Ia menyebut transformasi Bulog, dari sekadar stabilisator harga menuju pengolahan bahan baku pakan ternak, sebagai langkah besar dalam sejarah ketahanan pangan nasional.
“Jika Gorontalo menjadi daerah pertama yang memulai transformasi ini, saya kira pantas dicatat secara nasional, bahkan layak diusulkan masuk Rekor MURI,” tegas Jasin.
Di akhir keterangannya, ia menyampaikan optimisme besar bahwa Gorontalo kini berada dalam momentum emas. Investasi dan hilirisasi bukan lagi sebatas rencana, tetapi telah bergerak menuju realisasi nyata.
“Ini kesempatan besar yang tidak boleh disia-siakan. Petani, pelaku usaha, dan masyarakat akan merasakan langsung manfaatnya. Gorontalo sedang bergerak menuju kemandirian ekonomi berbasis pertanian,” pungkasnya.
***















