Rekam Fakta, Provinsi Gorontalo – Kepala Otoritas Bandara Djalaluddin, Joko Harjani angkat bicara terkait pengiriman sampel berupa material pertambangan milik PT. Pani Emas Tani Sejahtera (PETS) yang ditunjukan kepada Laboratorium Geoservice Cikarang, Bekasi.
Kepada sejumlah media, dirinya mengatakan bahwa pengiriman yang diduga emas itu tidaklah benar melainkan hanyalah berisi bebatuan.
“Sesuai dokumen pengiriman dari si pemilik barang itu adalah simple bebatuan, dan dilakukan pemeriksaan oleh esri cargo oleh petugas avsec Bandara bahwa memang itu sample bebatuan, bukan emas.” Beber Joko, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (5/04/2023).
Kemudian terkait mekanismenya, kata Joko Harjani pengiriman barang harus melalui cargo udara, dan pengirim atau pemilik barang harus melakukan atau bisa melalui para ekspedisi empu-empu yang ada di Bandara.
“Ekspedisi muatan pesawat udara yang harus memiliki izin atau mengantongi SMU (Surat Muatan Udara) dari pesawat perusahan penerbangan.” Jelasnya.
Kepala Otoritas Bandara itu juga mengatakan bahwa dua elemen tersebut, adalah kesatuan yang berbeda.
“Nah selanjutnya bagaimana dengan ekspedisi, ekspedisi itu adalah mitra kami, di gudang cargo kami ada 7 ekspedisi, ada 7 empu yang bermitra dengan kami. Jadi mereka melakukan kontrak dengan kami, penyewaan ruangan, dan lain-lain. Itu mitra dengan pihak Bandara.” Katanya sembari menambahkan;
“Jadi beda secara bisnis to bisnisnya di luar bisnis kami. Karena memang kami tidak bisa mencampuri bisnis to bisnisnya dengan pihak cargo, begitu juga sebaliknya.” Sambungnya.
Diakhir wawancara, dirinya menghimbau agar masyarakat dalam artian ini konsumen yang hendak melakukan pengiriman untuk lebih memperhatikan kejujuran.
“Pertama adalah memperhatikan pemberitahuan tentang isi (PTI) dokumen, kenapa ? Karena kami petugas akan melakukan pemeriksaan menggunakan esri, apabila tidak sesuai tentu barangnya akan di return, yang kedua gunakan packing yang cocok supaya barang itu pada saat dikirim
Tidak membahayakan keselamatan dan keamanan penerbangan.” Tutupnya.
Rachmad/RF





















