Berita  

‎Konser di Center Point Bone Bolango Diprotes, Pelaku UMKM Minta Jangan Dikalahkan oleh Event‎

Doc. Istimewa
banner 120x600

Rekam Fakta, Bone Bolango – Rencana pelaksanaan konser hiburan dalam rangkaian event di kawasan Center Point Bone Bolango menuai perhatian dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang selama ini menggantungkan penghasilan dari aktivitas berjualan di area tersebut.

‎Center Point selama ini dikenal sebagai ruang publik sekaligus pusat aktivitas ekonomi rakyat. Setiap sore hingga malam hari, kawasan ini ramai dikunjungi masyarakat untuk bersantai sekaligus membeli aneka jajanan dari lapak-lapak UMKM yang berjejer di sepanjang area pedestrian.

‎Salah satu pemilik lapak di Center Point Bone Bolango, Andika Wijaya, yang juga dikenal aktif menyuarakan isu-isu kerakyatan, menyampaikan kekhawatirannya jika pelaksanaan konser justru berdampak pada menurunnya pendapatan pelapak.

‎“Kami para pelapak sangat bergantung pada arus pengunjung di Center Point. Kalau ada kegiatan besar yang menutup akses, membatasi ruang jualan, atau membuat pengunjung sulit masuk, tentu ini akan sangat berdampak pada pendapatan kami,” ujar Andika.

‎Ia menegaskan, para pelaku UMKM pada prinsipnya tidak menolak pelaksanaan event maupun kegiatan hiburan yang digelar pemerintah daerah. Namun, ia berharap agar perencanaan dan pengaturan lokasi event dilakukan secara bijak, sehingga tidak mengorbankan ruang usaha UMKM yang sudah berjalan setiap hari.

‎“Kami mendukung event, kami juga ingin masyarakat terhibur. Tapi jangan sampai UMKM yang selama ini hidup di Center Point justru tersingkir karena kepadatan massa atau penutupan area,” tegasnya.

‎Menurut Andika, pemerintah daerah dan panitia penyelenggara seharusnya mempertimbangkan opsi lokasi lain yang lebih representatif, seperti Alun-Alun Bone Bolango. Dengan begitu, Center Point tetap dapat berfungsi sebagai pusat aktivitas ekonomi setelah acara selesai.

‎“Kalau konsernya di Alun-Alun, justru setelah acara selesai, penonton bisa bergeser ke Center Point untuk nongkrong, makan, dan minum. Itu malah menghidupkan UMKM, bukan mematikannya,” jelasnya.

‎Ia berharap masukan dari para pelaku UMKM dapat menjadi pertimbangan serius bagi pemerintah daerah dan panitia penyelenggara, agar setiap event yang digelar benar-benar membawa dampak positif dan berkeadilan bagi semua pihak.

‎“Harapan kami sederhana, event tetap jalan, masyarakat terhibur, dan kami sebagai pelaku UMKM tetap bisa berjualan dengan normal,” pungkasnya.

‎***

Penulis: Rachmad Askhar SaniEditor: Aman Apik