Berita  

Mahasiswa Desak Penegakan Hukum Soal Dugaan Ijazah Bermasalah Wakil Bupati Gorontalo Utara

Foto Istimewa
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Keresahan publik kembali menggema di jantung Kota Gorontalo. Aliansi Mahasiswa Peduli Gorontalo Bersatu turun ke jalan menggelar aksi simbolik di kawasan perlimaan pusat kota. Tuntutan mereka sederhana namun bermakna dalam: mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas dugaan ijazah bermasalah Wakil Bupati Gorontalo Utara.

‎Sudah berbulan-bulan publik menantikan kejelasan, namun penegakan hukum khususnya oleh Polda Gorontalo dinilai masih berjalan di tempat. Padahal, berdasarkan data dan fakta yang dikantongi mahasiswa, persoalan ini bukan sekadar gosip politik, melainkan isu serius yang menyangkut integritas pejabat publik serta kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan daerah.

‎Dari penelusuran rekam pendidikan, sang Wakil Bupati diketahui menempuh pendidikan di SMP Negeri 4 Buluwangun, Jakarta, tahun 1982, namun baru memperoleh ijazah SMA di Gorontalo pada tahun 2002 — selisih waktu dua dekade yang menimbulkan tanda tanya besar. Publik pun mempertanyakan kesinambungan riwayat pendidikannya dan apa yang sebenarnya terjadi di antara rentang waktu tersebut.

‎Yang lebih mengusik, kata mahasiswa, adalah sikap diam sang pejabat. Alih-alih memberi klarifikasi untuk meluruskan informasi, ia justru memilih bungkam di tengah derasnya sorotan publik. Keheningan itu dianggap memperkuat dugaan bahwa ada sesuatu yang tengah disembunyikan sesuatu yang menunggu untuk diurai dengan kejujuran dan bukti hukum.

‎Sementara itu, aparat penegak hukum dinilai belum menunjukkan langkah konkret. Tak ada pernyataan resmi, tak tampak perkembangan berarti. Publik pun bertanya-tanya: apakah hukum di negeri ini hanya tajam ke bawah, tetapi tumpul ke atas?

‎Aksi mahasiswa hari ini, menurut mereka, bukan sekadar demonstrasi biasa. Ini adalah seruan moral untuk menjaga marwah pemerintahan daerah dan menegakkan nilai kejujuran di tubuh birokrasi.

‎“Kami tidak akan diam. Setiap hari kami akan lakukan aksi simbolik di tiap-tiap persimpangan kota Gorontalo hingga gerakan puncaknya adalah aksi parlemen jalanan. Untuk sementara kami masih melakukan konsolidasi internal kepada seluruh organisasi mahasiswa, dan Insya Allah kami akan lakukan parlemen jalan pada hari Selasa depan. Karena rakyat Gorontalo Utara berhak tahu apakah pemimpinnya berdiri di atas kejujuran atau kebohongan,” tegas Fikri, koordinator aksi.

‎***