spot_img
4.6 C
New York
Rabu, Oktober 27, 2021
spot_img
BerandaDaerahKota GorontaloMerger Batal, Ketua Tim Alih Status Sebut Kepemimpinan Weni Liputo Ilegal Karena...

Merger Batal, Ketua Tim Alih Status Sebut Kepemimpinan Weni Liputo Ilegal Karena Sudah 13 Tahun Menjabat Ketua Yayasan

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Polemik yang terjadi antara Tim Alih Status Polygon yang menginginkan merger ke UNG versus pengurus Yayasan tampaknya semakin memanas dan akan berbuntut panjang, betapa tidak, setelah Komisi IV menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan kedua belah pihak, tetapi masih saja tidak menemukan solusi dan sempat memanas karena kedua belah pihak tetap mempertahankan argumen masing-masing tanpa ada yang mengalah.

RDP alot yang dipimpin oleh Ketua Komisi IV Hamid Kuna dan digelar pada Senin kemarin (29/03/2021) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Gorontalo ini juga menghadirkan perwakilan L2DIKTI dan Wakil Rektor IV Universitas Negeri Gorontalo (UNG).

Hamid Kuna selaku Ketua Komisi IV merasa sangat kecewa dengan perkembangan masalah Merger ini kearah Pembatalan, karena didasarkan pada PERMENDIKBUD Tahun 2020 No.7, Hamid Kuna merasa proses masalah ini sepertinya cuma jadi bahan permainan.

Sementara itu ditempat yang sama, Wakil Ketua Komisi IV Deprov, Laode Haimudin yang juga sempat hadir di RDP, menanyakan dan meminta penjelasan dari pihak terkait bagaimana proses akhirnya dan apa dasar di setujuinya merger ini, apakah mengacu pada peraturan PerMenDikBud Tahun 2020 ??

Komisi IV Deprov Gorontalo selanjutnya meminta komentar pihak Yayasan yang langsung dijawab oleh Weni Liputo berkaitan hal yang berkembang saat ini, Ada point bahwa pembatalan berkaitan dengan Permendikbud No.7 tahun 2020, selain itu karena adanya indikasi pemalsuan tanda tangan kontrak yang dilakukan lakukan oleh Tim Alih Status.

Selanjutnya Ketua Tim Alih Status Syaiful Umela menjelaskan proses Merger ini mulai dari awal sampai akhir dengan dasar bahwa tidak ada pasal atau undang-undang yang melarang Merger, contohnya Politeknik Kediri bisa bergabung dengan Politeknik Negeri Malang.

Sedangkan dari pihak Kampus UNG yang diwakili WaRek IV menyatakan bahwa Universitas Negeri Gorontalo, dalam hal ini pasif, menunggu keputusan apakah melanjutkan atau meneruskan Merger.

“Ada intimidasi dari Dosen terhadap Mahasiswa dan ada juga penonaktifan jabatan Struktural yang tidak sesuai dengan Status, penolakan Merger dari Mahasiswa karena dipengaruhi atau dihasut oleh pihak Yayasan untuk menolak merger, dan kami ada buktinya,” ujar Syaiful Umela.

Yang menarik adalah komentar dari salah satu Dosen Poligon yang bernama Satriawati yang menyatakan tentang status pengurus Yayasan yang sudah tidak memiliki Legalitas dari KemenKumHam karena sudah lewat masa 5 tahun Kepengurusan, dan Weni Liputo ini menurutnya sudah menjabat Ketua Yayasan sejak dari Tahun 2008 sampai dengan sekarang tahun 2021, jika dihitung total dia menjabat sudah 12 Tahun lebih.

“PLT Direktur Poligon adalah Sekretaris Yayasan dan hal ini sudah jelas-jelas melanggar Undang-Undang Yayasan yang mengatur tentang Pengurus atau Pejabat Yayasan tidak boleh merangkap jabatan,” tegas Santriawaty.

Salah satu Tim Alih Status lainnya membantah tentang adanya indikasi pemalsuan tanda tangan dari Ketua Yayasan Weni Liputo, karena tanda tangan itu memang asli yang diminta langsung di rumah Ketua Yayasan, dan kedua di salah satu Cafe dekat Kampus Poltekes pada saat Ketua Yayasan sedang rapat pembentukan Kota Telaga.

Kemudian Hamid Kuna meminta kejelasan kepada Tim Sekda Provinsi Gorontalo yang diwakili Danial Ibrahim selaku Kaban Keuangan yang berkaitan dengan Merger dilanjutkan atau tidak, maka keputusan Kaban Keuangan adalah kembalikan ke peraturan.

Komisi IV meminta waktu menyelesaikan kasus ini dan memberikan waktu kepada Yayasan selama 1 pekan dan proses akademik berjalan seperti biasa dan tidak boleh Ada intimidasi atau pemecatan dan seluruh dosen, yaitu Direktur, Wadir 1, 2 dan 3, Ketua Senat, Ketua UPM, Ketua UPPM dan Ketua-Ketua Bidang Akademik Kerjasama.

“Yang sudah di Non Aktifkan oleh Yayasan agar dibatalkan dan semuanya bisa kembali bekerja seperti biasanya sambil menunggu hasil putusan proses Merger dari DPRD Provinsi Gorontalo,” tutup Hamid Kuna. (0N4L/RF)

Baca Juga

spot_img

1 KOMENTAR

  1. Maaf, kami dari UNG merasa perlu memberikan pandangan terjadinya polemik penggabungan Poligon ke UNG, untuk menjaga terjadinya kesalahan pemahaman akan masalah tersebut.. secara prinsip poligon jadi atau tidak jadi bergabung ke UNG bukan masalah buat UNG karena UNG merupakan Perguruan Tinggi Negeri yang sudah cukup berkembang yang menjadi kebanggaan masyarakat Gorontalo. UNG juga sudah memiliki Sekolah Vokasi dimana direncanakan Poligon yg akan bergabung akan menjadi bagian dari Sekolah Vokasi tersebut., Apalagi yang bermohon untuk Poligon bisa bergabung ke UNG adalah pihak poligon sendiri melalui permohonan resmi surat No 217/Poligon-Gtlo/LL/X/2020 yang ditandatangani oleh Ketua Yayasan Pengembangan SDM Gtlo, Direktur Poligon dan Pembina Yayasan Pengembangan SDM. Setelah melalui pembahasan di DPR, Pemerintah Prov Gorontalo secara resmi menyerahkan/hibah Aset Barang milik Pemerintah Prov Gorontalo yang ada di Poligon ke UNG berdasarkan SK Gubernur Gorontalo No. 104/29/III/2021. UNG yang telah menerima aset Poligon tentunya bertanggung jawab menjaga aset tersebut dengan menugaskan 1 Tim Security UNG di Poligon. Namun kami cukup kaget membaca berita di media massa bahwa Wagub mengusir Security UNG yang ditugaskan menjaga aset yang sudah dihibahkan ke UNG di Poligon.. Apalagi selama ini hubungan Pemda Prov Gtlo dengan UNG terjalin sangat baik bersinergi bersama dlm membangun daerah Gorontalo.. tentunya jika ada masalah dgn penggabungan Poligon ke UNG harusnya bisa langsung dibicarakan secara baik, apa langsung melalui telpon atau kunjungan kekeluargaan sebagaimana prinsip mohuyula masyarakat Gorontalo. Jika ada masalah tidak memenuhi ketentuan SK Menteri atau aturan perundangan lainnya pasti UNG sebagai Lembaga Negara yg taat hukum akan lebih mengedepankan aturan hukum. Semoga ini menjadi pelajaran baik buat kita masyarakat Gorontalo yg hidup di daerah berikon Serambi Madinah.. Wassalam..

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

IKLAN PARTAI

spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!