spot_img
4.6 C
New York
Jumat, Desember 9, 2022
BerandaDaerahProvinsi MalukuSam Latuconsina Legowo Dilengserkan Dari Komut Bank Maluku

Sam Latuconsina Legowo Dilengserkan Dari Komut Bank Maluku

Rekamfakta.com, Maluku – Hari ini, Selasa 13 Juli 2021, di Hotel Swissbel Ambon, telah dilaksanakan Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) Bank Maluku- Malut, dimana salah satu agendanya adalah pemberhentian Sam Latuconsina dari jabatan Komisaris Utama.

Dalam postingan pada akun Facebook miliknya selasa 13/07/2021 Sam Latuconsina menuliskan kisah selama 1,2 Tahun 13 Hari menjabat sebagai Komut Bank Maluku, sekaligus menyampaikan terimakasih dan permohonan kepada semua pihak yang mendukungnya.

Dia menuliskan, bahwa sebagai orang yang beriman, tentu menerima pemberhentian itu dengan lapang dada. Karena dia meyakini, bahwa jabatan itu hanyalah amanah dan titipan sementara yang dapat diambil kembali kapan saja oleh Allah SWT, dengan sebab yang beragam sesuai realitas yang terjadi.

“Saya bersyukur, ketika lewat RUPS sirkuler pada 28 April 2020, saya ditetapkan sebagai Komisaris Utama, dan Bank Maluku Malut sebagai ladang pengabdian yang baru bagi saya, tentu saja dengan melewati berbagai persyaratan sesuai peraturan yang berlaku.

Sejak diangkat sampai dengan diberhentikan, saya telah melaksanakan tugas dan tanggungjawab selama Satu tahun Dua bulan Tiga Belas hari,”tulisnya.

Seharusnya, masa jabatannya selaku Komut adalah 4 Tahun sesuai keputusan RUPS waktu itu. Namun, selama melaksanakan tugas dan tanggung jawab itu, dirinya bekerja secara profesional dengan menegakkan prinsip-prinsip good corporate governance, dan menjadikan OJK Wilayah Maluku sebagai partner dalam usaha memajukan Bank plat merah ini.

Dia mengakui, banyak hal yang memang harus diperbaiki, mulai dari kondisi SDM yang masih kurang, baik secara kuantitas maupun kualitas, termasuk persoalan-persoalan lama yang masih menjadi beban Bank plat merah ini. Seperti, kasus pembelian lahan di Surabaya dan kasus REPO, yang masih maraknya fraud di Cabang-cabang, serta kredit macet yang berujung masalah hukum.

“Disamping itu, keberadaan yayasan-yayasan yang belum dikelola maksimal, hingga aset mangkrak dan perbagai persoalan klasik lain yang masih melilit bank ini. Tapi Alhamdulillah, dengan niat dan kerja sama yang baik antar pengurus dan segenap karyawan PT. Bank Maluku-Malut, semua persoalan diatas mulai dapat diurai satu persatu,”ujarnya dalam tulisan itu.

Dan hal itu dapat dibuktikan dengan kondisi Bank Maluku hari ini, bahwa ; 

Pertama Pecapaian kinereja Bank Maluku-Malut pada posisi 30 Juni 2021, menunjukan kinerja yang sangat baik. Dimana realisasinya melebihi target rencana bisnis Bank.

Kedua, Tingkat kesehatan Bank berada di level 2/komposit 2, yang sebelumnya berada di level 3. 

Ketiga Pengurus Bank Maluku- Malut yang terdiri dari Komisaris dan Direksi, sudah lengkap. Dimana masing-masing Komisaris 5 orang dan Direksi empat orang.

Keempat Grand Design Human Capital Management (GD-HCM) Bank Maluku-Malut dipastikan akhir Tahun ini sudah terealisasi, sehingga dapat menjadi guide bagi pembenahan SDM Bank Maluku-Malut.

“Tentu saya berharap sungguh, kondisi Bank Maluku-Malut yang sudah baik ini, harus tetap dipertahankan, bahkan ditingkatkan diwaktu mendatang,”Harapnya dalam tulisan itu.

Diakhir tulisannya, Latuconsina menyampaikan terimakasih kepada seluruh Pemegang Saham PT. Bank Maluku-Malut yang telah memberikan kepercayaan kepadanya untuk menjabat sebagai Komisaris Utama.

Dia juga meminta maaf atas kekhilafan yang telah dilakukan selama menjalankan tugas.

Ungkapan terimakasih juga disampaikan kepada teman-teman Komisaris, Direksi dan segenap karyawan PT. Bank Maluku-Malut, atas kerjasamanya selama ini.

Tidak lupa, ungkapan terimakasih juga disampaikannya kepada istri dan anak-anaknya serta kedua orang tua dan adik-adiknya yang selalu mendukung dan mendorong dimanapun dirinya mengabdi.

Terima kasih khusus, kepada segenap sahabat dan teman-teman seperjuangan juga masyarakat luas yang telah membantu baik langsung maupun tidak langsung.

“Jangan sekali-kali kau gadai harga diri dan kebebasanmu, hanya karena sebuah jabatan. Karena jabatan itu adalah amanah yang harus ditunaikan dengan penuh rasa tanggungjawab untuk kemaslahatan banyak orang, bukan untuk pengabdian kepada orang perorang,”tandas diakhir tulisannya. RYW/RF

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!