Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Kesimpang-siuran data Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang meninggal tadi malam dan tersebar di beberapa media sosial dan grup WhatsApp membuat Sekretaris Gugus Tugas COVID-19 angkat bicara.
Melalui Grup WhatsApp “Medikom COVID-19 Gtlo”, yang anggota grupnya terdiri dari Kadis Kesehatan Provinsi dan beberapa Kabidnya, Direktur Rumah Sakit dan Kepala BPBD Provinsi serta sejumlah wartawan, Sumarwoto selaku sekretaris Gugus Tugas COVID-19 mengatakan bahwa memang benar almarhum di rawat di Rumah Sakit Aloei Saboe, akan tetapi waktunya berapa lama korban di rawat, Sumarwoto menyampaikan belum dapat info akurat.
BERITA POPULER
“Sesuai hasil klarifikasi saya dengan Kepala BPBD Kota Gorontalo, yang meninggal itu namanya Faruk Husna, umur 57 tahun, nama istrinya Tino Mahmud, mempunyai anak 3 orang dan cucu 4 orang, alamat jalan Sultan Botutihe, RT 01 / RW 01, Kelurahan Tamalate, jadi namanya bukan Faruk Zubair, atas kesalahan nama kami mohon maaf,” pungkas Sumarwoto yang juga menjabat sebagai Kepala BPBD Provinsi Gorontalo.
Pada pantauan awak media ini di lapangan tadi malam, penguburan jenazah PDP tersebut tetap menggunakan standar Protocol Kesehatan, dimana para petugas medis yang mengantar jenazah ke liang lahat tetap menggunakan pakaian APD lengkap dan di kawal oleh aparat Kepolisian dan Babinsa.
Informasi yang beredar, almarhum memang mempunyai penyakit bawaan yaitu TBC dan Gula Darah, namun kemarin saat di rujuk ke rumah sakit dan menjalani rapid test hasilnya positif, otomatis istrinya juga langsung di isolasi, tetapi masih menunggu hasil test Swap dan untuk keamanan penyebaran COVID-19, almarhum di kebumikan selayaknya dan sesuai Protocol Kesehatan.
Pesan moral dari Bapak Neffly Supu sebagai Pemred rekamfakta.com, untuk kasus ini adalah :
“Sedangkan Tim Gugus Tugas COVID-19 saja bisa salah memberikan data kepada masyarakat, apalagi kita yang cuma dengar gosip tetangga dari mulut ke mulut, oleh karena itu cek dulu kebenaran informasinya, pastikan keakuratan beritanya, tanya langsung ke petugas yang berkompeten, jangan menyebarkan Hoax, Semoga wabah virus Corona ini cepat berakhir, agar kita bisa lebih khusyu menjalankan ibadah di Bulan Ramadhan, Aamiin Yaa Rabbal Alamin, Marhaban Yaa Ramadhan, Mohon Maaf Lahir Dan Batin”. (0N4L/RF)





























