Berita  

‎Viral Video Turunkan Minuman di Depan Sky, Manajemen Tegaskan Tidak Terlibat

Foto : Sky Manajemen
banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Sebuah video berdurasi 41 detik yang beredar memperlihatkan sejumlah orang menurunkan minuman dari sebuah mobil berwarna putih di depan Sky Pool Billiard Gorontalo. Dalam rekaman tersebut, terlihat seorang yang diduga karyawan setempat ikut membantu membawa minuman itu masuk ke dalam area.

‎Video ini pun memicu asumsi dan dugaan publik bahwa Sky Pool Billiard terlibat dalam peredaran minuman tersebut. Menanggapi hal itu, Manajemen Sky Pool Billiard Gorontalo melalui Manager operasionalnya, Kelvin Modjo, memberikan klarifikasi resmi. Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah menjual, menyediakan, ataupun memfasilitasi minuman beralkohol seperti yang dipersepsikan dari rekaman itu.

‎“Perlu kami tegaskan, manajemen Sky Pool Billiard Gorontalo tidak pernah menyediakan atau memfasilitasi minuman yang tampak dalam video itu. Apa yang terjadi adalah murni tindakan oknum, tanpa sepengetahuan dan persetujuan kami,” tegas Kelvin.

‎Menurutnya, pihak manajemen justru terkejut ketika mengetahui adanya karyawan yang muncul dalam video tersebut. Karena itu, langkah internal langsung dilakukan untuk meminta keterangan dan klarifikasi.

‎“Kami sudah memanggil yang bersangkutan dan meminta klarifikasi lengkap. Kemungkinan kami juga kecolongan, dan menjadi bahan evaluasi internal bagi kami,” lanjutnya.

‎Kelvin menegaskan bahwa Sky Pool Billiard Gorontalo selama ini beroperasi dengan mematuhi seluruh regulasi Pemerintah Kota Gorontalo, termasuk terkait pengawasan aktivitas yang berpotensi melanggar aturan.

‎“Kami sangat menghormati aturan pemerintah daerah. Semua operasional kami berjalan sesuai prosedur. Bila ada oknum yang bertindak di luar SOP, kami pastikan ada pembinaan dan konsekuensi,” jelasnya.

‎Ia mengimbau masyarakat agar tidak langsung menggeneralisasi kejadian dalam video sebagai kebijakan resmi Sky Pool Billiard Gorontalo.

‎“Kejadian itu tidak mencerminkan manajemen. Kami terbuka bila dibutuhkan klarifikasi lebih lanjut oleh pihak berwenang,” pungkas Kelvin.


‎***

Penulis: Rachmad Askhar SaniEditor: Aman Apik