Berita  

Wali Kota Tegaskan: Semua Warga Berhak Mendapat Layanan Kesehatan Tanpa Stigma

banner 120x600

Rekam Fakta, Gorontalo — Pemerintah Kota Gorontalo menggelar penutupan rangkaian Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke-61 yang dirangkaikan dengan Peringatan Hari AIDS Sedunia di Banthayo Lo Yiladia, Senin (1/12/2025). Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Gorontalo, Adhan Dambea.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa edukasi terkait HIV/AIDS harus terus diperkuat agar masyarakat memiliki pemahaman yang benar mengenai pencegahan, tes kesehatan, hingga akses pengobatan.

“Kita masih perlu memperluas pemahaman masyarakat. Edukasi harus terus berjalan supaya layanan tes dan pengobatan benar-benar dimanfaatkan,” ujar Wali Kota Adhan.

Ia juga menyoroti masih adanya stigma dan diskriminasi yang dialami orang dengan HIV/AIDS. Menurutnya, paradigma itu harus dihentikan karena bertentangan dengan prinsip kemanusiaan dan pelayanan kesehatan yang inklusif.

“Stop perlakuan diskriminatif. Semua warga berhak mendapatkan pendampingan dan pelayanan kesehatan yang bermartabat,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Adhan turut menyinggung progres transformasi kesehatan yang mulai dirasakan masyarakat di Kota Gorontalo. Ia menyebut peningkatan fasilitas layanan primer, penguatan rumah sakit rujukan, hingga pemanfaatan teknologi kesehatan sebagai bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan mutu layanan publik di bidang kesehatan.

Namun ia menekankan bahwa reformasi sistem pelayanan tidak hanya soal infrastruktur atau digitalisasi, tetapi juga perubahan pola kerja dan komitmen aparatur kesehatan.

“Kita punya banyak kemajuan, tetapi pelayanan harus tetap cepat, mudah dijangkau, dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tambahnya.

Menutup kegiatan, Wali Kota menyampaikan apresiasi kepada seluruh tenaga kesehatan, relawan, dan pihak yang berkontribusi dalam rangkaian program HKN dan Hari AIDS Sedunia.

“Saya berterima kasih kepada semua yang telah bekerja keras. Semoga ini menjadi energi baru untuk terus memperbaiki pelayanan kesehatan di Kota Gorontalo,” ucapnya.

Kegiatan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat solidaritas, memperluas edukasi publik, dan memastikan tidak ada lagi warga yang terpinggirkan dalam akses layanan kesehatan.