Warga Cemas Sungai Botuliyodu Terus Alami Abrasi, Pemerintah Diminta Tindak Lanjuti

Asaa
Warga yang berada dilingkungan Sungai Botuliyodu
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Kondisi Sungai di Dusun Botliodu Desa Bendungan Kecamatan Mananggu, kian memprihatinkan, hal itu dikarenakan tingginya intensitas hujan yang terjadi setiap tahunnya, belum lagi disusul dengan banjir yang kerap melanda kawasan di Kampung itu, sehingga menyebabkan terjadi pengikisan bibir sungai.

Akibatnya, puluh rumah warga terendam banjir. Beberapa waktu lalu disaat air surut, sungai tersebut terus melebar karena pinggiran sungai mengalami abrasi, akibat tanah di pinggir  sungai sering mengalami pengikisan hingga longsor, dengan adanya hujan selama dua hari kemarin masyrakat cemas dan khawatir pengikisan sungai semakin dekat dengan rumah mereka.

Salah seorang warga sekitar (Ikra) mengatakan, akibat banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, menyebabkan tembok penahan banjir yang dibangun tahun 2016 kemarin mengalami longsor pasca banjir, sehingga tembok penahan pun ikut ambruk ke Sungai. “Sungai Dusun Botuliyodu kian dangkal dan melebar, sungai pun semakin dekat dengam rumah penduduk,” kata ikra

Dari pantauan awak media ini 9/9 kemarin, warga setempat selalu saja alami banjir dadakan akibat meluapnya air sungai, bahkan warga yang tinggal di pinggiran sungai tersebut, kerap khawatir. Mereka takut dan cemas di kemudian hari rumah mereka turut amblas karena terus melebarnya sungai di Desa Bendungan itu.

Warga sekitar pun berharap, pemerintah segera memberikan solusi agar tidak berlarut-larut hal yang menjadi kehawatiran warga tersebut.

“Kita minta ada pemasangan batu bronjong dan membangun tembok penahan banjir, kalau hanya dibangun tembok tanpa beronjong, maka akan tetap amblas karena tekanan dari air sungai yang terlalu keras, sehingga tanah disisi sungai mudah longsor atau hancur,” Harap Warga setempat.

Sementara, Kepala Desa Bendungan Ulul Azmi Kadji ketika dikonformasi terkait hal ini menyampaikan, sudah beberapa kali pihaknya mengusulkan keluhan dari warga tersebut, tapi janji dari Pemda diaanggarkan tahun depan.

“Tapi kalau memang mereka (red Pemda Boalemo) tidak anggarkan tahun depan, maka saya (red Pemdes) akan anggarkan Insya Allah tahun depan dengan menggunakan Dana Desa.”  (RF/Arlan)