Adhan Dambea : “Pengadaan Tanah Islamic Centre Jangan Sampai Sama Nasibnya Dengan Kasus GORR”

Dvssvds
Anggota DPRD Provinsi Gorontalo,Adhan Dambea didampingi Ketua Fraksi Nasdem Amanah Yuriko Kamaru saat diwawancari media
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Fraksi Nasdem-Amanat menggelar konferensi pers dirumah perjuangan Rachmat Gobel pada hari minggu kemarin, untuk mengklarifikasi pemberitaan yang menyebutkan Fraksinya menolak pembangunan Islamic Centre. (29/08/2021)

Dalam Konferensi pers tersebut, hadir Ketua Fraksi Nasdem-Amanat Yuriko Kamaru, Adhan Dambea Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Sekertaris DPW NasDem Gorontalo Ridwan Monoarfa, Wakil Ketua Bidang Legislatif Mikson Yapanto, Wakil Ketua Bidang OKK Charles Budi Doku dan Antoni Karim.

Kepada rekamfakta saat Konferensi pers, Anggota Dprd Provinsi Gorontalo dari Fraksi Nasdem-Amanat, H. Adhan Dambea S.Sos., S.H., M.A mengatakan sangat menyayangkan pemberitaan tersebut, menurutnya Fraksi Nasdem-Amanatlah yang paling sering menyuarakan Islamic Centre.

“Kalau bicara soal Islamic Centre, kami Fraksi Nasdem-Amanat dari tahun 2019 adalah yang pertama dan sering mempertanyakan dan mempersoalkan hal itu”. tuturnya

“Saya rasa mereka mencoba membangun opini bahwa Nasdem dan PAN tidak menyetujui pembangunan Islamic Centre, jadi kalau mereka bilang kami Nasdem – Amanat tidak setuju itu aneh” sambung Politisi PAN yang akrab disapa “AD” itu

AD menjelaskan bahwa yang Fraksi Nasdem-Amanat persoalkan ialah tanah pembangunan Islamic Centre yang belum jelas, dikarenakan perencanaan Pemprov Gorontalo yang harus dipertanyakan.

“Ini kan aneh , tanah belum ada tapi DED-nya (Detail Gambar Kerja) sudah ada, dan seperti begini yang bikin rusak GORR  (Gorontalo Outer Ring Road), jangan sampai pengadaan tanah Islamic Centre sama nasibnya dengan GORR” Ucapnya

“GORR (Gorontalo Outer Ring Road) inikan demikan, tanahnya belum jelas tapi dipaksakan, sehingga muncul kasus seperti ini, belum ada petunjuk PENlok (penetapan lokasi), tapi anggaran sudah ada”. Sambung AD

AD menyebutkan bahwa Nasdem-Amanat mengakui, jika Islamic Center jadi, itu akan menjadi salah satu yang terbaik di Indonesia, hanya saja pembangunan Islamic Centre ini tidak ada keseriusan dari Gubernur.

“Memang kalau islamic center itu jadi, Insya Allah menjadi salah satu yang terbaik di indonesia, tetapi Gubernur tidak serius, kalau dia serius dari awal, karena ini janjinya waktu kampanye, belum lagi sudah masuk di RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), harusnya dia kawal, dia tongkrongi, dikaitkan dengan “Adat Bersendikan Syara’, Syara’ Bersendikan Kitabullah”, jangan cuma ngomong ! , tetapi implementasinya.” Tutur AD dengan tegas

Lebih lanjut AD menyebutkan bahwa ada indikasi tanah yang akan dibangun Islamic Centre itu ialah tanah pejabat, dan dirinya sudah mempunyai data.

“kami menolak tanah ini, bukan karna menolak islamic center, tetapi kami selalu berpikir yang rasional, ada dugaan dimana tanah-tanah sawah itu milik pejabat, dan saya sudah ada data, Gubernur punya juga ada berapa pantango disitu, jadi jangan jadikan program pemerintah sebagai keuntungan pribadi”. Terangya

AD juga menyebutkan bahwa selama periode ini DPRD belum pernah di presentasi dokumen perencanaanya, jadi sampai sekarang dewan pun tidak tau berapa kebutuhan tanah dan berapa harga tanah, yang jelas yang muncul di anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) iyalah anggaran pengadaan tanah yang berjumlah 15 M.

Terakhir, terkait pemberitaan yang menyebutkan Fraksi Nasdem-Amanat menolak pembangunan Islamic Centre, Fraksinya meminta dalam waktu satu minggu kedepan, media terkait yang memberitakan hal tersebut harus meminta maaf kepada masyarakat, termasuk Kadis Kominfo Provinsi karena dianggap membantu menyebarkan informasi Hoax melalui video, jika tidak dari Nasdem-Amanat akan menempuh jalur hukum.

Rachmad/RF