Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Sungguh sangat disayangkan dan dinilai meresahkan apa yang sudah beritakan oleh salah satu media online di Gorontalo Website “Menara.News” yang mana pada judul dan isi beritanya menyebutkan : “Fraksi Nasdem-Amanat Tolak Pembangunan Islamic Center Di Gorontalo”. Hal ini tentu saja sangat bertentangan dengan fakta sebenarnya yang terjadi pada saat Fraksi NasDem-Amanat melakukan aksi “Walk Out” pada Rapat Paripurna Pembahasan APBD-P Provinsi Gorontalo Tahun 2021.
Juga perlu diketahui bahwa pada halaman Website Menara.news tersebut tidak ada mencantumkan nama-nama susunan redaksi dan juga tidak mencantumkan izin dari KemenKumHam. Sehingga pihak Fraksi NasDem-Amanat agak kesulitan untuk melakukan klarifikasi terkait hal disebutkan sebelumnya.

Betapa tidak, pernyataan yang sebenarnya dari Fraksi NasDem-Amanat itu adalah menolak pengadaan Mobil Dinas untuk Pimpinan Dewan karena masih situasi Pandemi COVID-19 dan menyarankan pengadaan lahan Islamic Centre untuk dimasukkan pada APBD Induk Tahun 2022.
Ketua Fraksi NasDem-Amanat Yuriko Kamaru saat memberikan keterangan pers pada awak media di Rumah Perjuangan Rachmat Gobel pada hari Minggu kemarin (29/08/2021), menjelaskan bahwa Fraksi Nasdem-Amanat tidak pernah menyatakan menolak Islamic Centre, tidak ada satupun kalimat yang pihaknya lontarkan seperti itu.
“ Kami tidak pernah menyatakan itu, ataukah media ini ingin memancing situasi SARA yang ada di Provinsi Gorontalo, kami tidak pernah menyatakan bahwa kami menolak Islamic Center, jadi Media atau Website dan berita Hoax yang disebarkan di YouTube itu, berarti mereka sendiri yang ingin mau memunculkan situasi SARA yang ada di Provinsi Gorontalo,” tegas Yuriko.
Jadi isu atau fitnah dalam bentuk opini ini, Yuriko berharap kepada Pihak Yang Berwajib harus segera melihat dan menindaklanjuti bahwa ada upaya Provokasi yang dilakukan oleh Media atau Website tersebut yang di khususkan untuk memancing isu SARA dan beberapa hal yang mungkin yang akan terjadi di wilayah Provinsi Gorontalo.
“ Yang pertama, kami akan lakukan klarifikasi, tetapi apabila kami tetap dituduh anti islam, maka kami akan menempuh langkah hukum, untuk apa, untuk menegakkan hukum, karena apa yang mereka lakukan adalah ingin meng-adudomba, ini memprovokasi dan memancing ke isu SARA,” sungut Yuriko.
“ Yang kedua, kami meminta Media atau pemilik Website tersebut maupun orang-orang yang menyebarkan informasi seperti itu untuk segera meminta maaf kepada masyarakat Provinsi Gorontalo, karena mereka sudah memancing ke isu SARA, karena kami juga sangat menjaga dan terus memelihara betapa pentingnya kerukunan umat beragama yang ada di Provinsi Gorontalo,” sambungnya lagi.
“ Yang ketiga, apabila hal ini tetap dilakukan, maka kami akan menempuh langkah hukum dan itu semua sudah kami siapkan, dan kami akan berikan waktu seminggu untuk meminta maaf kepada seluruh masyarakat Provinsi Gorontalo,” tandasnya.
(0N4L/RF)




























