Geram !! Aleg PPP, Minta Pemkab Boalemo Lebih Tegas Terhadap PT. AAS

Fatk
Aleg PPP : Fatkurrohman (Komisi II DPRD Boalemo Yang Membidangi Perindustri Perusahaan Swasta)
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kabupaten Boalemo – Perusahaan Sawit Agro Arha Surya (PT. AAS) yang beroperasi di Kabupaten boalemo, kian ‘membabi buta’ dan meresahkan masyarakat (petani).

Pasalnya, Perusahaan sawit yang setiap hari beroperasi mengambil keuntungan lebih banyak itu, dinilai hanya lebih banyak menyengsarakan para petani.

Buktinya, banyak persoalan yang disoroti berbagai kalangan, baik itu soal limbah, pembagian hasil plasma hingga urusan lahan. Belum habis satu persoalan, muncul lagi persoalan lain.

BERITA POPULER

Dalam pantauan awak media, tidak sedikit pihak yang geram dengan ulah PT. AAS ini. Mulai dari kalangan aktivis, Petani, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM), hingga Anggota DPRD.

Salah satu Anggota DPRD Boalemo, Fakturrahman. Mengungkapkan, ternyata PT. AAS, belum juga membayar hutang kurang lebih 260 juta, ke Pengepul sawit. Padahal, pengepul sudah langsung melunasi buah sawit yang diambil dari para petani.

“Pengepul adalah orang yang membeli buah sawit (hasil panen) dari para petani. Kemudian dimasukan ke Perusahaan sawit. Namun, sudah sekitar 7 bulan, PT. AAS, belum juga membayar ke pengepul tersebut,” beber Faktur

Padahal kata Faktur, sudah berulang kali pengepul memasukan invoce penagihan ke perusahaan, seperti biasanya. Tapi, hingga saat ini masih belum juga dibayarkan. Manager PT. AAS, hanya memberikan surga telinga atau janji belaka.

Menyikapi persoalan ini, Fakturahman meminta Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boalemo, harus lebih tegas lagi terhadap PT. AAS. Karena ini, menyangkut kemaslahatan orang banyak.

“Yang jelas saya keberatan dengan pihak perusahaan model begini. Saya minta, Pemda Boalemo lebih tegas lagi terhadap PT. AAS. Jika perlu, ditutup saja perusahaan yang hanya menyengsarakan orang banyak seperti ini,” tegas Aleg dari Partai PPP

Menager PT. ASS Yasin, saat dikonfirmasi awak media lewat selulernya, membenarkan bahwa pihak perusahaan belum melakukan pembayaran ke pengepul, ia pun mengaku bahwa minggu depan akan melakukan tagihan ke Head Office (HO), karena dana dicairkan dari HO langsung ke rekening Pengepul

“mungkin minggu depan kami akan ke kantor pusat untuk melakukan tagihan pak, karena dana dari pusat langsung dicairkan ke rekening pihak ketiga (Pengplepul)”. jelas yasin

Disentil mengenai keterlamabatan pihak perusaan lamban membayar ke pengepul, yasin kembali menjawab “ yah kendalanya itu ya berkaitan dengan dana pak, kita bantu nagih ke HO pak.” tutupnya. (Red/RF01)