Rekam Fakta, Gorontalo – 14 Juli 2023, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) diundang sebagai narasumber dalam acara nasional yang diselenggarakan oleh Pimpinan Pusat Pergerakan Mahasiswa Moderasi Beragama dan Bela Negara (PMMBN). Program “Goes To Campus” dengan tema Harmoni dalam Keanekaragaman bertujuan untuk memberikan pemahaman kepada ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia tentang hakikat Pancasila dalam kehidupan beragama yang multikultural, serta pentingnya moderasi beragama dalam konteks Negara.
PMMBN, sebuah organisasi di bawah Kementerian Agama dan Kementerian Pertahanan RI, sebelumnya telah mengundang beberapa Presiden Mahasiswa, seperti BEM Universitas Airlangga (UNAIR), Institut Teknologi Surabaya (ITS), dan Universitas Negeri Surabaya (UNESA) untuk berpartisipasi dalam acara serupa.
Kegiatan ini diselenggarakan secara virtual melalui Instagram, dan telah menjangkau ribuan mahasiswa di seluruh Indonesia. Salah satu topik yang dibahas adalah peran moderasi beragama dan bela negara di lingkungan kampus, serta bagaimana Pancasila memainkan peran penting dalam merangkul keberagaman.
Hendrawan Dwikarunia Datukramat, Presiden Mahasiswa BEM UNG tahun 2023, menjadi narasumber yang mewakili BEM UNG 2023. Ia banyak menjelaskan tentang pentingnya moderasi beragama dan bela negara sebagai upaya untuk memperkuat persatuan melalui penghormatan terhadap keberagaman. Ia juga menegaskan bahwa wawasan kebangsaan harus menjadi pusat perbincangan di kalangan mahasiswa dan generasi muda saat ini, sebagai langkah untuk menghadapi paham radikalisme.
“Hal penting yang harus diingat adalah Moderasi beragama dan bela Negara merupakan upaya signifikansi keberagaman untuk persatuan. Wawasan kebangsaan harus menjadi episentrum diskursus oleh seluruh mahasiswa dan pemuda hari ini. Gorontalo dapat dikatakan menjadi pusat yang konsisten dalam bahasan ini, terutama di Universitas Negeri Gorontalo,” ujar Hendrawan.
Selain itu, Hendrawan juga menjelaskan bahwa kekerasan yang dilakukan atas nama agama merupakan strategi doktrinasi dari sejumlah individu yang merasa paling benar dan ingin memecah belah republik ini. Ia memberikan pesan dan harapannya kepada seluruh mahasiswa agar memperkuat wawasan kebangsaan dan Pancasila sebagai dasar filosofis dalam berpikir dan bertindak.
“Peran organisasi mahasiswa dan generasi muda sangat menentukan untuk integrasi nasional dalam jangka waktu yang akan datang. Sikap mahasiswa dan generasi muda hari ini dalam memahami Moderasi Beragama dan Bela Negara adalah kunci dari nilai-nilai Pancasila, seperti kemanusiaan, persatuan, dan keadilan,” pesan Hendrawan.
Red/RF















