Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Kegiatan Pemerintah Kota Gorontalo yang akan dilaksanakan di Jakarta pada Tanggal 1-3 April di Hotel Grandika Iskandarsyah dengan Tema : “Sosialisasi dan Diskusi Permendagri No. 77 Tahun 2020” mendapat sorotan tajam dari Anggota DPRD Provinsi Gorontalo, Adhan Dambea, S.Sos., MA.
Betapa tidak, menurut Dambea, kegiatan tersebut hanya pemborosan anggaran yang nilainya sangat besar dan tidak ada manfaatnya untuk masyarakat Kota Gorontalo dan juga tidak terlalu produktif.
Para Pejabat yang rencananya akan hadir pada kegiatan itu adalah Walikota dan Wakil Walikota Gorontalo, Sekda Kota Gorontalo, Pimpinan dan Anggota DPRD Kota Gorontalo, Para Staf Ahli, Para Asisten, Para Kepala Dinas/Badan Se-Kota Gorontalo, Para Sekretaris Dinas/Badan Se-Kota Gorontalo, Para Camat, Para Kabag Sekretariat Daerah Kota Gorontalo, Para Kabag di Sekwan, Para Kepala Bidang dan lain sebagainya.
Untuk biaya akomodasi peserta Sosialisasi Full Day Meeting dan Panitia Kegiatan dibebankan pada DPA Badan Keuangan Kota Gorontalo T.A 2021, Sedangkan untuk biaya perjalanan Dinas Peserta Sosialisasi dibebankan pada DPA masing-masing OPD T.A 2021.
“Saya tidak mau mencampuri kebijakan Pemerintah Daerah, tetapi tentunya saya sebagai anggota DPRD Provinsi Gorontalo dari Dapil Kota Gorontalo mewakili rakyat Kota Gorontalo sangat menyesal dengan kebijakan itu, Kenapa menghamburkan uang tidak digunakan untuk kepentingan yang lebih produktif lagi, terutama untuk penanganan banjir dan perbaikan saluran,” tegas Politisi yang akrab disapa Pak AD ini.
Adhan juga menambahkan bahwa dirinya tidak berkehendak mengintervensi Pemerintah Kota Gorontalo dan tidak mempunyai latar belakang persoalan politik, tetapi dirijya merasa sebagai Anggota DPRD yang mewakili rakyat Kota Gorontalo menyesal dengan sikap Walikota.
“Kegiatan di luar daerah ini bukan cuma sekali, bahkan sudah banyak kali, tahun 2021 sudah berapa kali kegiatan Pemda Kota Gorontalo yang di laksanakan di Manado, pelatihan segala macam, terakhir kegiatan LPM dan Karang Taruna, coba bayangkan berapa anggaran yang di keluarkan untuk kegiatan itu,” ujar Mantan Walikota Gorontalo ini.
“Dan anehnya lagi pesertanya dari Gorontalo, panitianya dari Gorontalo dan pembicaranya juga dari Gorontalo, lalu kenapa kegiatan itu tidak dibikin saja di Kota Gorontalo ??, Misalnya mau pakai Hotel, ya pakai Hotel yang di Gorontalo saja, atau paling tidak pakai Gedung Yiladia, itu gratis, kalaupun ada biaya, palingan cuma biaya makan minum selama 3 hari itu,” sambungnya lagi.
Dambea juga mendapatkan informasi bahwa di Jakarta itu ada anaknya atau keluarganya Marten Taha yang akan bikin pesta disana, maka digiringlah kegiatan sosialisasi dan diskusi ini di Jakarta.
“Jadi saya sangat menyesalkan itu, saya melihat malah lebih banyak anggaran digunakan pada kegiatan-kegiatan pelatihan dan itu sejak awal Marten Taha jadi Walikota, bukan nanti sekarang, Oleh karenanya saya merasa sangat sayang, kasihan ini rakyat, begitu susahnya rakyat, belum lagi melihat kondisi daerah yang banjir-banjir terus, tidak pernah ada perhatian Pemerintah Daerah, tidak pernah ada perhatian serius dari Pemerintah Kota Gorontalo,” tutup Politisi dari Partai PAN ini. (0N4L/RF)




























