spot_img
4.6 C
New York
Senin, Agustus 15, 2022
BerandaDaerahProvinsi GorontaloRSAS Akan Dilaporkan, Deprov Gorontalo Diminta Jangan Main Mata Terkait Persoalan Limba...

RSAS Akan Dilaporkan, Deprov Gorontalo Diminta Jangan Main Mata Terkait Persoalan Limba B3

Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Ketua LSM Jaman, Frangkymax Kadir kembali mempertanyakan tindak lanjut dari DPRD Provinsi Gorontalo terkait persoalan limba medis (B3) di RSAS (Rumah Sakit Aloei Saboe).

Sebelumnya pihak RSAS pada tanggal 17 Mei 2022 bersama beberapa rumah sakit lainnya telah di undang untuk menghadiri Rapat Dengar Pendapat (RDP) yang membahas persoalan Limba B3.

“Sangat memprihatinkan, dari Bulan Januari hingga saat ini pihak Rumah Sakit Aloei Saboe nekat mengelola limbah B3 tanpa ada izin pengelolaannya. Seharusnya, jika kita berbicara orang banyak. Maka DPRD Provinsi harus tegas, jangan sampai kami menilai ada main mata dalam kasus ini.” Ungkapnya

Frangky juga mengatakan bahwa dalam aturan Permenkes, PPLH dan lingkungan telah ada sebuah penekanan atas jaminan kesehatan dilingkungan Rumah Sakit, pengrusakan dan pencemaran lingkungan hidup yang harus dijaga oleh pengelola Fayankes (Fasilitas Pelayanan Kesehatan).

“Dalam regulasi sudah ada sebuah punishment atas kelalaian dan kesengajaan dalam pencemaran lingkungan hidup. Persoalan memperbaiki pengelolaan dan melakukan pembangunan yang layak itu adalah sebuah kewajiban, namun sanksi hukum atas itu harus dijalankan”, Kata Frangky.

Dirinya juga menegaskan bahwa dalam waktu dekat pihaknya akan segera melaporkan RSAS ke Gakum LHK Wilayah Gorontalo dan Dirjen Lingkungan Hidup terkait persoalan pencemaran lingkungan.

“Besok saya akan melayangkan laporan secara resmi ke pihak Gakum LHK dan 2 kementerian atas sebuah sikap kesengajaan yang dilakukan RS. Aloei Saboe dalam buruknya pengelolaan limbah B3. Memang ini isu nasional, namun bukan berarti kota yang ada di Gorontalo harus abai dan tak mau Tau atas bahayanya limbah B3 yang dihasilkan dari aktivitas Rumah Sakit”, tegas Frangky.

Dalam upaya klarifikasi, tim sudah mencoba menghubungi Wakil Direktur RSAS, dr. Bobi Oko, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Rachmad/RF

Baca Juga

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!