spot_img
4.6 C
New York
Rabu, September 28, 2022
BerandaDaerahProvinsi GorontaloTerungkap, Begini Penyelewengan Dana KONI Kabgor

Terungkap, Begini Penyelewengan Dana KONI Kabgor

8 / 100

Rekamfakta.com, Provinsi Gorontalo – Dugaan kasus korupsi dana hibah Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Gorontalo (Kabgor) Tahun Anggaran 2020 mendapatkan titik terang.

Hal itu terungkap setelah penyidik Ditreskrimsus Polda Gorontalo menggelar konferensi pers mengungkap dalang dari kasus yang mengakibatkan kerugian negara mencapai milyaran rupiah ini.

Dari dugaan kasus korupsi ini terungkap, IPH alias Helmy sebagai tersangka. IPH merupakan mantan ketua KONI Kabgor masa jabatan 2016 – 2020.

Penetapan tersangka disampaikan Wakil Direktur Ditreskrimsus Polda Gorontalo, AKBP Fahmudin, saat konferensi pers, Rabu (10/08/2022).

“IPH diduga melakukan perbuatan melawan hukum dengan sengaja melakukan penyelewengan dana hibah KONI dari Pemerintah Kabupaten Gorontalo tidak sesuai dengan Nota Perjanjian Hibah Daerah (NPHD). Sehingga mengakibatkan kerugian negara sebesar Rp. 357.030.050 rupiah, dari total hibah sebesar RP. 1.5 miliar,” ucapnya.

Dirinya juga menjelaskan rincian penggunaan dana hibah tersebut yang tidak sesuai NPHD, diantaranya pinjaman sebesar 100 juta rupiah, untuk digunakan menebus mobil pribadi IPH sebesar 70 Juta.

Selain itu, perjalanan anggota Asosiasi Musisi Seniman Gorontalo (AMSG) ke palu, dalam rangka kegiatan pembukaan cafe milik IPH juga menggunakan dana hibah KONI yang ditaksir berjumlah 20 Juta Rupiah.

Tidak berhenti disitu, Penggunaan dana hibah juga digunakan pada pembuatan video klip saudara IPH, senilai 1 sampai 5 juta Rupiah, dengan beberapa kali pengambilan gambar video.

Hingga penggunaan dana hibah untuk kegiatan AMSG dibeberapa lokasi, yang diduga habiskan pundi-pundi Rupiah menembus angka 250 Juta.

“IPH juga menerima dana dari Vicry Akbar Naue hasil dari sewa sound sistem tanpa sepengatahuan dari KONI. IPH menggunakan dana hibah terebut tidak sesuai dengan NPHD,” jelas Fahmudin.

Fahmudin juga menegaskan, IPH juga memerintahkan Sofyan Henga selaku Bendahara Umum KONI Kabupaten Gorontalo periode 2016-2020 untuk membuat pertanggung jawaban yang tidak sesuai dengan realisasi pengeluaran sebenarnya,

“Hasil pemeriksaan dana hibah KONI Kabupaten Gorontalo tahun anggaran 2020 menunjukan bahwa dokumen pertanggungjawaban keuangan atas realisasi penggunaan dana hibah tersebut disusun secara proforma dan tidak sesuai dengan realisasi pengeluaran sebesar 357.030.050 rupiah, berdasarkan laporan pemeriksaan investigasi perhitungan kerugian negara oleh BPK RI,” bebernya.

Lebih jelas, Fahmudin saat konferensi persnya juga menuturkan IPH disangkakan Pasal 2 Ayat 1 UU Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi JO pasal 55 ayat 1 KUHP Pidana.

“Ancaman hukumannya itu 15 tahun penjara dan saat ini telah dilakukan penahanan selama 20 hari kedepan mulai 1-20 Agustus 2020. Kami juga masih melakukan pengembangan untuk kemungkinan akan adanya tersangka baru,” tutupnya

Rachmad/RF

Baca Juga

spot_img

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

spot_img
spot_img
spot_img
spot_img
spot_img

Pasang Iklan Disini

OTHER STORIES

KOMENTAR TERBARU

error: Content is protected !!