Rekam Fakta, Gorontalo – Isu dugaan kecurangan yang terjadi pada pelaksanaan tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) diruang lingkup Fakultas Pertanian (Faperta) Universitas Negeri Gorontalo (UNG) masih terus dipertanyakan.
Pasalnya, sejak dihubungi dari tanggal 12 Desember hingga sekarang perihal ini belum direspon oleh tim penilai.
Media Rekam Fakta kemudian mempertanyakan persoalan ini kepada Tim Kerja Kepegawaian UNG. Tetapi menurut penjelasannya kalau di kepegawaian sendiri hanya sebagai sekretariatnya saja.
“Kami disini di kepegawaian itu hanya sekretariatnya, untuk hak otoritas dalam menilai wawancara maupun Micro Teaching itu ada timnya tersendiri yakni Fakultas Pertanian”;
“Sekarang kan dalam masa Pemilihan Dekan (Pildek), sehingga tim wawancara itu dilaksanakan oleh WD I dan WD II, kebetulan WD I pertanian itu dijabat oleh WD III, sehingga WD III nya yang menjadi tim wawancara”, Jelasnya saat diwawancarai pada Selasa (12/12/2023).
Upaya untuk mendapatkan klarifikasi dari tim penilai juga sudah dilakukan melalui salah satu internal kampus yang ada di UNG. Namun persoalan ini juga enggan untuk ditanggapi.
“Saya sudah report ke para warek soal ini, namun tim penilai juga belum merespon”, Ungkap salah satu internal kampus saat dihubungi melalui sambungan WhatsApp beberapa waktu lalu.
Sementara itu, salah satu peserta yang merasa dirugikan mengatakan kalau pihaknya tidak akan tinggal diam dan akan terus mempersoalkan dugaan kecurangan ini.
“Diskriminasi nilai ambang dengan kecurangan bahwa SNA (Disamarkan_Red) peringkat ke 3 SKD yang orang tuanya baru menjadi salah satu pimpinan Fakultas diberikan nilai 23.5 saat wawancara dan SRM (Disamarkan_Red) yang Suaminya Dosen di Fakultas Pertanian atas nama ZH (Disamarkan_Red) diberikan nilai 23.5. hal ini sangat tidak berkolerasi dimana kami bertiga dijatuhkan dengan nilai 7, 6 dan 5”, Ungkapnya.
Disisi lain ia juga mengatakan kalau kecurangan yang diduga dilakukan oleh oknum tim penilai sangat menjatuhkan citra kampus yang selama ini integritasnya dijaga dengan baik oleh Rektor UNG.
“Sangat disayangkan dengan Rektor UNG yang memegang teguh integritas untuk membuat UNG menjadi lebih baik kedepannya ada saja oknum yang sangat tega menjatuhkan citra kampus dengan tindakan Nepotisme yang terjadi di Fakultas Pertanian”, Terangnya.
Maka dari itu, persoalan ini kata salah satu peserta akan mereka laporkan ke pihak yang berwajib.
“Untuk mengusut tuntas hal yang dilakukan oleh Wakil Dekan 2 dan 3 Fakultas Pertanian atas dugaan tindakan memanipulasi nilai peserta dan tidakan nepotisme yang dilakukan sesuai dengan undang-undang yang berlaku”, Serunya dengan tegas.
Terakhir, mereka berharap agar panitia seleksi kemendikbud bisa melihat video wawancara dan Micro Theaching dengan lebih teliti dan benar.
“Apakah layak nilai kami didiskriminasi dan dimanipulasi”, Tandasnya.
Rachmad/RF
Baca juga:




























