Rekamfakta.com, Kabupaten Gorontalo – Kemampuan serta kompetensi personel Satuan Brigade Mobile (Brimob) Polda Gorontalo terus diasah, salah satunya kemampuan dalam bertahan dan bertarung di medan hutan atau perang di hutan (Jungle Warfare).
Ada sebanyak 101 personel Sat Brimob Polda Gorontalo yang sebelumnya dilatih dan dibekali kemampuan Perang di Hutan atau Jungle Warfare di Puslat Multifungsi Cikeas dan
sekarang telah kembali dan siap melaksanakan tugas.
BERITA POPULER
Pelatihan selama dua bulan tersebut dilaksanakan di Pusat Latihan (Puslat) Cikeas, Bogor, Jawa Barat. Di Puslat Cikeas, 101 personel Brimob Polda Gorontalo telah melaksanakan pelatihan Jungle Warfare dan siap mengaplikasikan ilmu yang didapat selama pelatihan disana.
Selama pelatihan para Personel Sat Brimob Polda Gorontalo mendapatkan pembekalan dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan, seperti masalah Kejahatan Kriminal Bersenjata, serta tantangan yang berkaitan dengan pertempuran di dalam hutan.

Dan hari ini, Sabtu (18/04/2020) personil satuan Brimob Polda Gorontalo telah kembali ke Gorontalo, namun karena mencegah hal-hal yang tidak diinginkan, Personil Brimob yang telah kembali tersebut langsung dikarantina di SPN Polda Gorontalo, mengingat situasi Pandemi virus Covid19 ini.
“Sebanyak 101 personel Sat Brimob Polda Gorontalo yang melakukan pelatihan Jungle Warfare telah mendapatkan pembekalan dalam menghadapi berbagai masalah dan tantangan. Seperti masalah Kejahatan Kriminal Bersenjata, serta tantangan yang berkaitan dengan pertempuran di dalam hutan, sehingganya siap untuk diterjunkan ke Medan tugas,” pungkas Dansat Brimob Polda Gorontalo Kombes Pol. Rantau Isnur Eka S.I.K, M.M. (0N4L/RF)




























