Adrian Lahay : “Silatnas 3 Sebaiknya Di Tunda Dulu, Karena Tidak Mengundang Tokoh Agama”

IMG 20210619 WA0006
Drs. H. Adrian Lahay, M.Si
banner 120x600

Rekamfakta.com, Kota Gorontalo – Tinggal menghitung hari, pelaksanaan Silahturahmi Nasional (Silatnas) Jilid III di Provinsi Gorontalo akan segera digelar dengan menghadirkan 100 Tokoh yang sudah malang melintang di tingkat Nasional maupun Tokoh-Tokoh lokal yang ada di Provinsi Gorontalo itu sendiri.

Namun harapan agar Silatnas ini sukses dilaksanakan nampaknya ada kecenderungan tidak akan dihadiri oleh beberapa Narasumber karena mendapatkan sorotan dari beberapa Tokoh yang juga turut andil dalam pembangunan dan kemajuan Provinsi Gorontalo.

Mantan Ketua Umum HMI Drs. Adrian Lahay, M.Si saat diwawancarai oleh Awak Media Rekamfakta.com menyatakan bahwa sesungguhnya Silatnas ini bagus, sepanjang kegiatan tersebut tidak mencabut Roh Presnas yang sebenarnya. Karena menurut Adrian bahwa dirinya terlibat langsung pada Silatnas 1 dan 2 yang sebagian besar panitia OC dan SC-nya itu lahir dari unsur Presnas, sehingga ketika Silatnas Ke-3 ini dilaksanakan, maka pembahasan intinya harus betul-betul merupakan wajah tampilan Silatnas 1 dan 2 sebelumnya yang merupakan ajang evaluasi.

“Menakar dalam pandangan saya, sama artinya dengan mengevaluasi, atau dalam bahasa Akademiknya mengukur tingkat keberhasilan pembangunan Gorontalo, selama 20 tahun berlalu, maka Sejalan dengan upaya mengukur tingkat keberhasilan dimaksud, maka kita pasti akan mendapatkan data yang empirik, bagaimana meretas gagasan konstruktif, realistis dan terukur untuk membangun Gorontalo 25 tahun mendatang,” ungkap Adrian Lahay.

“Dalam perspektif ini, maka kesadaran kolektif kolegial sebagai anak Gorontalo, tanpa pretensi politik praktis, diharapkan dapat menyatu, bersinergi untuk masa depan Gorontalo yang lebih baik,” sambungnya lagi.

Adrian Lahay menambahkan bahwa Silatnas III ini mempunya fungsi untuk menyatukan dan mengembangkan gagasan memajukan Gorontalo, sayangnya dalam pelaksanaannya harus terjebak dan atau tidak bisa dilepaskan dari kepentingan politik praktis.

PhotoGrid 1624090554151
Iwan Kolly Dan Adrian Lahay

“Sebetulnya apa yang kita lakukan yang kemarin, apalagi temanya cukup Keren, “Menakar 20 tahun Provinsi”, dan “Menggagas Tahun Emas 2024″. Tetapi konteksnya adalah, kegiatan ini terkesan terburu-buru, kemudian narasi-narasi yang disampaikan, saya kira perlu ada pengejawantahan, artinya ada semacam selektif secara intelektual didalamnya, sehingga Presnas akan melahirkan konsep-konsep baru, Saya rasa ini kelihatan terburu-buru,” beber Adrian Lahay dan di amini oleh Iwan Kolly selaku Pejuang Pemekaran yang juga punya andil membentuk Presnas.

Apalagi menurut Adrian, Rundown acara itu jika melihat di dalamnya sangat singkat, cuma 2 jam, apa yang kita bisa diskusikan selama 2 jam, apalagi menghadirkan para Tokoh Nasional.

“Kemudian lagi mereka Tokoh-Tokoh Agama tidak ada yang diundang, saya lihat tidak ada Tokoh Spiritual padahal Tokoh Agama juga turut andil dan turut tampil di dalam memberikan dan menyampaikan hal-hal yang berhubungan dengan menakar dan mengevaluasi 20 Tahun Emas Gorontalo kedepan,” kata Mantan Ketua KNPI ini.

“Sosok yang tampil di sana harusnya ada Tokoh Spritual atau Tokoh Agama yang mumpuni, karena yang saya lihat sekarang bukan itu, yang diundang hanya sederetan para Pejabat, kalau Pejabat itu menurut saya itu sudah hampir setiap saat kita mencerna apa yang mereka sampaikan, harusnya ada Tokoh baru yang memberikan gagasan baru, kemudian kita ramu, kita kaji dan itu sebagai salah satu gagasan yang akan ditampilkan untuk Tahun Emas Gorontalo masa depan,” tambah Adrian.

“Saya kira Roh Presnas ini kita kembalikan, jangan ada muatan apa-apa, apalagi kita akan menghadapi moment Pilkada dan Pileg tahun 2024 yang akan datang, Insya Allah jauh dari situ, cuma pandangan saya seperti itu, orang yang berkecimpung pada saat Presnas, kami ikut langsung sebagai pelaku dalam pembentukan Provinsi itu, kebetulan Pak Nelson sebagai ketuanya dan kami sebagai anggotanya. Dan kami tahu persis Perjalanan Presnas Ini seperti apa, sehingga di dalam konteks pelaksanaan Silatnas tiga ini, kembalikanlah kepada Roh sesungguhnya Presnas itu sendiri,” tutup Mantan Kepala Kesbangpol Provinsi Gorontalo ini.

(0N4L/RF)