Rekam Fakta, Boalemo – Dinas Pengendalian Penduduk keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) menggelar rembuk stunting tingkat KabupatenBoalemo,bertempat di hotel Grand Amalia,selasa 27/6/2023.
Sherman Moridu dalam sambutannya menyampaikan bahwa Pemerintah telah menegaskan bahwa stunting merupakan ancaman utama terhadap kualitas masyarakat Indonesia,bukan hanya mengganggu fisik anak-anak,namun mengalami gangguan perkembangan otak yang akan mempengaruhi kemampuan prestasi mereka,anak yang menderita stunting akan memiliki riwayat kesehatan buruk dan daya tahan tubuh juga buruk.
“Masalah ini tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup individu,tetapi berdampak pada pertumbuhan dan perkembangan kita dalam rangka mewujudkan Indonesia Emas 2045,Pemerintah Kabupaten Boalemo telah melakukan berbagai akselerasi pembangunan dalam mempersiapkan generasi muda yang sehat sebagai uapaya menyelesaikan masalah-masalah yang terjadi dimasyarakat, salah satunya adalah stunting.” Tuturnya
Tidak hanya Itu,Penjabat Bupati Boalemo juga menyampaikan Rembuk stunting sebagai salah satu dari 8 (Delapan) aksi konvergensi percepatan penurunan stunting.komitmen Pemerintah Daerah Kabupaten Boalemo sangat serius dengan penurunan dan pencegahan stunting.Pemerintah daerah mengalokasikan anggaran dalam konvergensi stunting untuk mendorong seluruh OPD dan mendukung program yang dapat menurunkan angka stunting di Kabupaten Boalemo.
Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatangan fakta integritas oleh pimpinan OPD.
Kegiatan tersebut dibuka Penjabat Bupati Boalemo Dr.Sherman Moridu,S.Pd,MM yang dihadiri Ketua DPRD Karyawan Eka Putra Noho,S.Sos,Penjabat Sekretaris Daerah Supandra Nur,ST, Kepala Dinas PPKBP3A Yakop Yusuf Musa,S.Sos,MM,
Pj.Ketua Tp.PKK Heldy Vanny Alam,S.Pd,M.Si, pimpinan OPD,para camat,Kepala Desa dan Organisasi Wanita Kabupaten Boalemo.























